:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427785/original/022951600_1764418662-Menekraf_Teuku_Riefky.jpg)
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengumumkan bahwa investasi di sektor industri kreatif berhasil menembus angka Rp 90 triliun pada semester pertama tahun 2025. Angka ini setara dengan 66 persen dari target investasi total untuk tahun 2025, menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap sektor ekonomi kreatif nasional. Pernyataan tersebut disampaikan Teuku Riefky saat berbicara dalam acara Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Content Market 2025 yang berlangsung di Yogyakarta.
Menurut Teuku Riefky, pencapaian ini menegaskan pertumbuhan signifikan industri kreatif di Indonesia. Selain investasi, sektor ekonomi kreatif juga mencatatkan kinerja positif pada indikator lainnya, termasuk nilai ekspor yang mencapai 12,89 miliar dolar AS. Angka ini mendekati target tahunan sebesar 26,44 miliar dolar AS dan merupakan capaian tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Lebih lanjut, Menteri Ekonomi Kreatif yang menjabat sejak 21 Oktober 2024 ini mengungkapkan bahwa tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif pada Oktober 2025 tercatat sebanyak 27,4 juta orang, melampaui target tahun ini sebesar 1,9 juta orang. Ia juga menekankan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kekayaan intelektual (IP) lokal dan memanfaatkan platform digital guna mendorong kreativitas lokal ke pasar global. Teuku Riefky meyakini bahwa ajang seperti JAFF Market 2025 sangat efektif dalam memperkuat ekosistem film nasional, sekaligus menjadi platform penting untuk komersialisasi karya kreatif lintas medium, mulai dari animasi, komik, novel, hingga gim.
Untuk mendukung pertumbuhan lebih lanjut, pemerintah pusat juga berencana mengucurkan anggaran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 10 triliun pada tahun 2026 yang dikhususkan untuk sektor ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja berkualitas melalui sektor strategis ini, sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.