Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kota Solok Sumbar Terendam: 3.362 Warga Hadapi Krisis Banjir

2025-11-27 | 23:54 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T16:54:49Z
Ruang Iklan

Kota Solok Sumbar Terendam: 3.362 Warga Hadapi Krisis Banjir

Hujan deras berkepanjangan sejak Rabu (26/11) hingga Kamis (27/11/2025) telah menyebabkan banjir parah di Kota Solok, Sumatera Barat, merendam dua kecamatan dan berdampak pada 3.362 jiwa warga. Debit air Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan yang meningkat tajam akibat curah hujan tinggi di daerah hulu, diperparah oleh banjir kiriman dari daerah tetangga, memicu luapan air ke permukiman penduduk.

Dua kecamatan yang paling terdampak adalah Tanjung Harapan dan Lubuk Sikarah. Di Kecamatan Tanjung Harapan, genangan air melanda Kelurahan Koto Panjang dan Nan Balimo. Sementara itu, di Kecamatan Lubuk Sikarah, banjir terjadi di Kelurahan Kampai Tabu Karambia (KTK), IX Korong, Aro IV Korong, Sinapa Piliang, VI Suku, dan Tanah Garam.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok mencatat 598 kepala keluarga atau 3.362 jiwa terdampak, dengan 224 unit rumah tergenang air. Selain merendam permukiman, banjir juga menimbulkan risiko keselamatan jiwa dan kerusakan materiil. Lahan pertanian, termasuk belasan hektare sawah yang siap panen di wilayah Kabupaten Solok yang berdekatan, juga terendam banjir bandang. Beberapa pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah warga dan kabel listrik, serta menutup akses jalan di Kelurahan Kampung Jawa dan Tanah Garam. Ruas Jalan Raya Padang-Solok di Galanggang Tangah juga terendam, mengganggu aktivitas masyarakat.

Menyikapi kondisi darurat ini, Wali Kota Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Keputusan Nomor 100.3.3.3-2212-2025, yang berlaku sejak 26 hingga 27 November 2025. Tim BPBD Kota Solok bersama TNI, Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Sosial, Tagana, dan organisasi relawan lainnya segera turun tangan melakukan evakuasi. Sebanyak 11 orang telah berhasil dievakuasi ke tempat yang aman. Posko pengendalian banjir juga telah didirikan di Halaman Balai Kota Solok untuk mengkoordinasikan upaya penanganan.

Pemerintah Kota Solok juga telah menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji kepada masyarakat terdampak. Kebutuhan mendesak lainnya yang diperlukan korban saat ini meliputi sembako, velbed, selimut, bantal, jaket, perlengkapan keluarga (family kit), alat kebersihan, tenda pengungsian, mesin sedot air, dan perahu evakuasi. Sementara itu, Bundo Kandung bersama Forkopimda Kabupaten Solok juga turut menyalurkan bantuan nasi bungkus kepada warga yang kesulitan memasak akibat dapur terendam banjir.

Hingga laporan ini disusun, debit air di beberapa lokasi masih menunjukkan peningkatan dan terus meluap ke permukiman warga. Hujan pun dilaporkan masih terus turun di wilayah tersebut, menyebabkan petugas gabungan terus berjibaku di lapangan untuk memastikan keselamatan warga. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga di wilayah rawan banjir untuk tetap tenang, waspada, dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan. Warga juga diimbau untuk menghindari aktivitas di sekitar sungai atau aliran air serta menyiapkan dokumen penting, obat-obatan, dan perlengkapan darurat.