Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Insiden Mamberamo Raya: Polisi Diserang Massa Saat Redakan Ricuh, Kantor SPKT Polres Hancur

2025-11-23 | 21:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-23T14:06:01Z
Ruang Iklan

Insiden Mamberamo Raya: Polisi Diserang Massa Saat Redakan Ricuh, Kantor SPKT Polres Hancur

Pada Selasa, 28 Oktober 2025, sekitar pukul 12.00 WIT, sebuah insiden keributan yang berujung pada penyerangan terhadap aparat kepolisian dan perusakan Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mamberamo Raya terjadi di Kampung Burmeso, Distrik Mamberamo Tengah, Kabupaten Mamberamo Raya, Papua.

Peristiwa ini bermula saat petugas piket SPKT Polres Mamberamo Raya menerima laporan mengenai adanya keributan yang melibatkan sekelompok warga di sekitar perempatan SD Adven Burmeso. Sekelompok masyarakat Burmeso, diperkirakan berjumlah delapan hingga sembilan orang, sedang dalam kondisi mabuk berat akibat mengonsumsi minuman keras dan terlibat pertengkaran. Mereka dilaporkan membawa senjata tajam seperti parang, linggis, busur panah, dan pipa.

Bripka Suratno, seorang anggota Satnarkoba Polres Mamberamo Raya, yang kebetulan melintas di lokasi untuk memperbaiki sepeda motornya, berinisiatif melerai keributan tersebut. Ia mencoba memberikan arahan kepada para pelaku agar menyelesaikan masalah secara baik-baik. Namun, saat Bripka Suratno memberikan arahan, para pelaku justru melakukan penyerangan. Salah satu pelaku bernama Kardus Tasti menyerang Bripka Suratno menggunakan parang panjang, yang berhasil ditangkis. Massa kemudian mengeroyok Bripka Suratno dengan kayu balok dan pipa, menyebabkan ia mengalami luka-luka dan harus melarikan diri untuk menyelamatkan diri.

Situasi semakin memanas ketika Bripda Patrik Ruwayari juga dikeroyok menggunakan parang, linggis, dan kayu balok, mengakibatkan luka potong pada kaki kiri serta lebam dan bengkak di kepala. Bripda Patrik Ruwayari kemudian melarikan diri ke Pospol Burmeso (SPKT Polres Mamberamo Raya) namun tetap dikejar oleh massa.

Massa yang diduga dipimpin oleh seorang tokoh masyarakat setempat berinisial YT, terus mengejar anggota piket SPKT hingga ke kantor SPKT Polres Mamberamo Raya. Setibanya di sana, massa langsung menyerang kantor SPKT menggunakan panah, parang, kapak, balok, linggis, dan batu. Akibat penyerangan ini, kaca jendela pecah, pintu kantor hancur, serta sejumlah kendaraan dinas milik anggota, Kapolres AKBP Arifin, dan Wakapolres Kompol Septen Sianturi, ikut dirusak.

Wakapolres Mamberamo Raya Kompol Septen Sianturi sempat mencoba melakukan negosiasi dengan massa, namun tidak berhasil karena jumlah massa yang terus bertambah dengan membawa senjata tajam dan mengepung kantor SPKT. Personel kepolisian terpaksa melepaskan tembakan peringatan untuk menghentikan pergerakan masyarakat.

Dalam insiden penyerangan tersebut, total tujuh personel polisi dilaporkan mengalami luka-luka. Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengonfirmasi kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak kepolisian akan menyelidiki secara tuntas motif di balik insiden ini serta pihak-pihak yang terlibat dalam penyerangan. Meskipun sempat terjadi ketegangan, situasi di Mamberamo Raya saat ini dilaporkan berangsur kondusif, dengan aparat kepolisian masih bersiaga untuk memastikan keamanan masyarakat dan mengantisipasi gangguan susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, serta menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.