:strip_icc()/kly-media-production/medias/3245895/original/034449900_1600779706-PENANGKAPAN.jpg)
Seorang remaja berinisial H (19) menjadi korban perampasan disertai kekerasan setelah berniat menemui kenalan daringnya di kawasan Jati Asih, Kota Bekasi. Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu dini hari, 16 November 2025, saat H melintas seorang diri di Jalan Benda, Jati Asih.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan bahwa kasus bermula ketika korban berkenalan dengan salah satu pelaku perempuan secara daring. Setelah berkomunikasi, mereka sepakat untuk bertemu. Namun, saat berada di lokasi pertemuan, korban secara tiba-tiba dihadang oleh sekelompok orang. Para pelaku langsung menyerang korban dengan menodongkan senjata tajam jenis celurit dan membacoknya. Akibat penyerangan ini, korban menderita luka serius pada bagian punggung. Setelah melumpuhkan korban, para pelaku merampas sepeda motor serta barang-barang berharga milik H.
Usai kejadian, korban H yang terluka segera mendapatkan pertolongan dan melapor ke Polsek Jati Asih, memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian. Petugas kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di jalur yang dilalui para pelaku.
Dari hasil analisis lapangan, tim berhasil mengidentifikasi dua perempuan dan tiga pria yang diduga terlibat dalam serangan tersebut. Hanya dalam waktu singkat, Polda Metro Jaya berhasil meringkus lima pelaku di tiga lokasi berbeda di wilayah Bekasi pada Senin, 17 November 2025. Para pelaku yang ditangkap terdiri dari dua perempuan berinisial VK alias M dan DPK alias D, serta tiga laki-laki berinisial R alias A, ANO alias AS, dan MZF alias Z. Mereka diketahui memiliki peran yang berbeda-beda, mulai dari pengumpan, joki, hingga eksekutor dalam melancarkan aksi kejahatan ini. Selain itu, satu pelaku lainnya dengan inisial R saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.
Sebagai barang bukti, polisi mengamankan dua bilah celurit, dua unit sepeda motor, serta pakaian yang dikenakan para pelaku saat beraksi. Pengungkapan cepat kasus ini menunjukkan komitmen Polri dalam menjaga keamanan masyarakat dan menindak setiap laporan kejahatan dengan sigap dan profesional.