
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya melakukan kunjungan silaturahmi ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, pada Kamis, 27 November 2025, sekitar pukul 09.30 WIB. Kunjungan ini berlangsung di tengah memanasnya dinamika internal PBNU dan bertujuan untuk memohon doa serta arahan dari para masyayikh Lirboyo. Gus Yahya didampingi oleh KH Amin Said Husni saat menemui para pengasuh pesantren.
Juru Bicara Pondok Pesantren Lirboyo, Oeing Abdul Muid Sohib atau Gus Muid, membenarkan kedatangan Gus Yahya. Gus Muid menyatakan bahwa tujuan kunjungan ini adalah untuk meredakan ketegangan dan menjaga keteduhan organisasi di tengah polemik yang sedang terjadi. Gus Yahya sendiri sebelumnya telah mengungkapkan bahwa ia dipanggil untuk datang ke Lirboyo sebagai bagian dari upaya islah (rekonsiliasi) di tengah dinamika internal PBNU.
Polemik internal PBNU mencapai puncaknya setelah beredarnya Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 pada Rabu, 26 November 2025, yang ditandatangani oleh Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakir. Surat tersebut menyatakan bahwa Gus Yahya tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai 26 November 2025. Namun, Gus Yahya tetap menegaskan bahwa dirinya masih menjabat sebagai Ketua Umum PBNU.
Dinamika ini bermula dari rapat harian Syuriyah PBNU yang meminta Gus Yahya mengundurkan diri. Beberapa poin persoalan yang disoroti antara lain kehadiran narasumber Peter Berkowitz, yang dikaitkan dengan jaringan Zionisme Internasional, dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU). Kehadiran tersebut dinilai melanggar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan Muqaddimah Qanun Asasi NU, serta mencemarkan nama baik organisasi. Selain itu, tata kelola keuangan PBNU juga menjadi sorotan.
Sebelum Gus Yahya, Sekretaris Jenderal PBNU Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Bendahara Umum PBNU Gus Gudfan juga telah sowan ke Ponpes Lirboyo pada Selasa, 25 November 2025. Keduanya bertemu dengan KH Anwar Manshur dan KH Abdullah Kafabihi Mahrus untuk memohon doa restu agar persoalan yang dihadapi PBNU segera menemukan titik terang dan penyelesaian terbaik.
Menanggapi situasi ini, para masyayikh Pondok Pesantren Lirboyo mengeluarkan imbauan resmi kepada seluruh alumni Lirboyo yang saat ini mengemban amanah sebagai pengurus NU di berbagai tingkatan. Imbauan tersebut meminta agar alumni tetap netral, tidak bergabung dengan kelompok manapun, dan tidak ikut serta dalam perbincangan atau perdebatan yang berpotensi memperkeruh suasana. Mereka juga diminta untuk tetap fokus pada pelaksanaan tugas, program kerja, serta pelayanan umat sesuai amanah masing-masing. Pondok Pesantren Lirboyo juga menyatakan kesiapannya untuk menjadi tuan rumah pertemuan para kiai sepuh guna membahas dan mencari solusi atas polemik internal PBNU, dengan syarat kedua belah pihak yang berkonflik harus hadir.