Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Geger Belatung di Burger MBG Banjarbaru: Sejumlah Siswa Terlanjur Santap

2025-11-28 | 06:42 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T23:42:48Z
Ruang Iklan

Geger Belatung di Burger MBG Banjarbaru: Sejumlah Siswa Terlanjur Santap

Sebagian siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 10 Banjarbaru dilaporkan sempat mengonsumsi burger yang disajikan melalui program Makanan Bergizi Gratis (MBG) sebelum ditemukan belatung hidup di dalamnya. Insiden mengejutkan ini terjadi pada Jumat, 24 Oktober 2025, dan memicu kekhawatiran luas di kalangan orang tua serta sorotan terhadap standar keamanan pangan program tersebut.

Menurut laporan, larva berwarna putih teridentifikasi pada daging hamburger dan lauk pauk yang tersaji dalam wadah makanan siswa di SMPN 10 Banjarbaru, Kecamatan Liang Anggang. Wakil Kepala Sekolah SMPN 10 Banjarbaru, Elly, membenarkan kejadian ini, menjelaskan bahwa temuan belatung terjadi saat pembagian MBG pada jam istirahat pertama. Penemuan awal dilaporkan oleh seorang siswa kelas 7, meskipun pihak sekolah sebelumnya telah melakukan pemeriksaan sampel acak oleh guru. Kepala SMPN 10 Banjarbaru, M. Zaid Setiawan, turut mengonfirmasi bahwa sebagian siswa sudah terlanjur memakan burger tersebut karena tidak menyadari adanya kontaminasi. Tidak semua porsi MBG terindikasi belatung, namun insiden ini cukup meresahkan.

Sebagai respons cepat, pihak sekolah segera menghentikan distribusi MBG dan melaporkan kejadian ini kepada dapur pusat penyedia layanan, yakni Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Landasan Ulin Utara 1. Untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan siswa yang terlanjur mengonsumsi makanan tersebut, sekolah juga memberikan susu beruang atau susu steril. Hingga saat ini, belum ada laporan keluhan sakit atau gejala keracunan dari para siswa yang terdampak.

Insiden serupa juga ditemukan di TK Negeri Pembina Liang Anggang pada hari yang sama. Wali murid, seperti Yarina dan RJ, mengungkapkan kekhawatiran mereka terhadap kualitas makanan yang disalurkan melalui program MBG dan mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan.

Menindaklanjuti kasus ini, dapur SPPG Landasan Ulin Utara 1 yang berlokasi di Jalan Caraka Ujung, Landasan Ulin Utara, segera diperiksa oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarbaru dan operasionalnya dihentikan sementara. Sampel makanan telah dibawa ke laboratorium untuk pemeriksaan lebih lanjut. SPPG tersebut juga telah menyampaikan permintaan maaf dan berkomitmen untuk melakukan perbaikan. Ketua Komisi I DPRD Banjarbaru, Ririk Sumari, menyatakan keprihatinannya dan akan memanggil SPPG terkait untuk klarifikasi serta koordinasi. Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, juga telah meminta SPPG untuk memperketat kebersihan dan kualitas makanan, khususnya setelah serangkaian kasus terkait MBG di Kalsel, termasuk dugaan keracunan massal pada 30 siswa di Kabupaten Banjar sebelumnya.

Pasca penutupan sementara untuk evaluasi, Badan Gizi Nasional (BGN) telah memutuskan agar dapur SPPG Landasan Ulin Utara 1 dapat kembali beroperasi per 26 November 2025. Meskipun demikian, insiden ini menambah daftar panjang permasalahan pada program MBG di berbagai daerah, memunculkan kritik dari pengamat mengenai tata kelola kebijakan, higienitas, dan akuntabilitasnya. Pemerintah Kota Banjarbaru sendiri telah membentuk Satgas MBG dan berencana melakukan inspeksi mendadak ke dapur SPPG untuk memastikan standar kebersihan dan kualitas makanan.