:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426119/original/083168000_1764258574-1000791467.jpg)
Warga Bandar Lampung digegerkan dengan penemuan mayat seorang janda bernama Wiwik Safitri, 50 tahun, di dalam kamar rumahnya di Kelurahan Kelapa Tiga, Kecamatan Tanjung Karang Barat, Bandar Lampung. Jasad korban ditemukan pada Minggu, 23 November 2025, dalam kondisi hampir membusuk dan yang lebih memilukan, ia mengenakan gaun pengantin berwarna putih. Pihak kepolisian memasang garis polisi di lokasi kejadian pasca penemuan yang mengejutkan keluarga dan warga sekitar.
Penemuan mayat Wiwik terungkap setelah pihak keluarga mendatangi rumahnya pada Minggu siang karena korban tidak terlihat selama tiga hari dan tidak dapat dihubungi. Keluarga awalnya berniat meminjam sepeda motor korban, namun justru terperanjat menemukan jasad Wiwik terbujur kaku di kamar tidur. Menurut Tri Jayati, bibi korban, komunikasi terakhir dengan Wiwik terjadi pada Kamis sore, di mana korban menyebut sedang keluar bersama seorang teman.
Kabar kematian ini segera dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan ke pihak kepolisian. Anggota Polsek Tanjung Karang Barat bersama Tim Inafis Polresta Bandar Lampung segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung untuk autopsi. Hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi menduga korban meninggal dunia sejak Jumat pagi, 21 November 2025, akibat kekerasan. Terdapat indikasi bahwa korban dicekik.
Tak butuh waktu lama, polisi berhasil mengamankan keponakan korban bernama Bima Prasetiyo, 27 tahun, tak jauh dari rumahnya. Bima ditangkap setelah terendus berada di sekitar lokasi pasca kejadian. Dalam pemeriksaan, Bima mengakui telah menghabisi nyawa bibinya sendiri pada Jumat pagi. Dugaan motif pembunuhan mengarah pada masalah utang piutang dan rasa sakit hati pelaku terhadap korban. Bima datang ke rumah korban untuk meminta uang.
Wiwik Safitri dikenal sebagai sosok periang, aktif sebagai kader Posyandu, serta memiliki pribadi yang ramah dan mudah bergaul. Kepergiannya yang tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan tetangga. Warga sekitar mengaku terkejut, mengingat rumah korban dan terduga pelaku berada berdekatan. Hingga kini, penyidik masih terus mendalami motif serta kronologi lengkap dugaan pembunuhan tersebut.