:strip_icc()/kly-media-production/medias/5425381/original/078722200_1764224498-Kabidhumas_Polda_NTT__Kombes_Pol_Henry_Novika_Candra.jpg)
Lima pemuda telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan setelah melakukan pengeroyokan terhadap dua anggota polisi dari Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Kupang. Insiden brutal ini terjadi di Jalan Adisucipto, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, pada Minggu malam, 23 November 2025, sekitar pukul 21.30 Wita. Para pelaku diduga kuat melakukan aksi penganiayaan dalam kondisi dipengaruhi minuman keras.
Kasus penganiayaan ini menimpa Brigpol HL, anggota Ditreskrimum Polda NTT, dan Bripda PA, anggota Setum Polda NTT. Menurut Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol Henry Novika Candra, peristiwa bermula ketika kedua anggota polisi tersebut dalam perjalanan menuju Polda NTT menggunakan kendaraan pribadi. Mereka berpapasan dengan sepeda motor yang dikendarai tiga pemuda tanpa lampu utama di kawasan Pasar Penfui.
Karena hampir menabrak kendaraan yang ditumpangi Brigpol HL dan Bripda PA, Brigpol HL secara spontan berteriak. Namun, teriakan tersebut justru dibalas dengan makian oleh para pemuda itu. Setelah saling teriak, para pelaku yang dipimpin oleh seorang berinisial OA memutar balik motor mereka dan menghadang mobil anggota Polda NTT. Pertengkaran pun tak terhindarkan.
Situasi semakin memanas dengan kedatangan beberapa pemuda lain yang ikut bergabung dalam pengeroyokan. Bripda PA dan Brigpol HL langsung diserang, dipukul, ditendang, bahkan dianiaya menggunakan kayu usuk. Beruntung, warga sekitar dengan cepat datang melerai insiden tersebut, sehingga kedua anggota polisi dapat dievakuasi.
Akibat pengeroyokan ini, Brigpol HL mengalami memar di kepala, bahu, dan kedua tangannya, sementara Bripda PA mengalami memar pada punggung belakang. Lima pemuda yang kini menjadi tersangka, berinisial SS, OA, NRM, SPL, dan AM, telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas. Polisi menyatakan bahwa kondisi para pelaku saat melakukan pengeroyokan diduga kuat di bawah pengaruh alkohol, terbukti dari bau minuman keras yang tercium selama pemeriksaan.