Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Darurat Semeru: Warga Zona Merah Diperintahkan Mengungsi Demi Keselamatan

2025-11-27 | 09:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T02:08:08Z
Ruang Iklan

Darurat Semeru: Warga Zona Merah Diperintahkan Mengungsi Demi Keselamatan

Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, hingga saat ini masih berstatus Level IV atau Awas, yang merupakan tingkat kewaspadaan tertinggi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM telah menaikkan status gunung berapi ini dari Level III (Siaga) menjadi Awas sejak Rabu, 19 November 2025, pukul 17.00 WIB, menyusul peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.

Dalam beberapa hari terakhir, Gunung Semeru terus menunjukkan aktivitas erupsi. Pada Selasa, 25 November 2025, tercatat delapan kali erupsi dengan ketinggian kolom abu letusan mencapai 1.000 meter di atas puncak atau sekitar 4.676 meter di atas permukaan laut. Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang mengarah ke utara. Sehari setelahnya, Rabu pagi, 26 November 2025, Semeru kembali erupsi dua kali. Erupsi pertama pada pukul 07.02 WIB dengan kolom abu setinggi 500 meter mengarah ke utara, dan erupsi kedua pada pukul 07.42 WIB dengan kolom abu setinggi 600 meter mengarah ke barat daya.

Menyikapi status Awas ini, masyarakat di zona merah diimbau keras untuk segera mengungsi ke lokasi evakuasi yang telah disiapkan pemerintah. Bupati Lumajang, Indah Amperawati, telah menegaskan keselamatan warga sebagai prioritas utama dan meminta warga Desa Sumberwuluh, Jugosari di Kecamatan Candipuro, serta Kecamatan Pronojiwo, untuk melakukan langkah aman dengan mengungsi.

PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius 8 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan bahaya lontaran batu pijar. Selain itu, zona sektoral di sepanjang Besuk Kobokan ke arah tenggara sejauh 20 kilometer dari puncak juga dinyatakan sebagai area terlarang, mengingat potensi awan panas dan aliran lahar yang meluas. Masyarakat juga diminta untuk tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, bahkan di luar radius 20 km sekalipun, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, menyoroti adanya pemukiman warga di kawasan zona merah yang terdampak parah, terutama di Dusun Sumbersari dan Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Suharyanto mengungkapkan bahwa warga yang terdampak tersebut merupakan kelompok yang sebelumnya menolak program relokasi pada erupsi tahun 2021 karena alasan jarak dan kebutuhan mata pencarian. BNPB berkomitmen untuk kembali melakukan relokasi dengan skema yang disesuaikan keinginan warga, yaitu ke lokasi yang tidak jauh dari dusun tersebut, guna menjamin keselamatan di masa depan.

Pemerintah Kabupaten Lumajang telah menetapkan status tanggap darurat bencana, yang diperpanjang hingga 2 Desember 2025. Perpanjangan ini dilakukan karena penanganan dampak erupsi belum sepenuhnya usai dan potensi erupsi susulan masih tinggi, sesuai arahan Kepala BNPB.

BNPB juga telah mengambil langkah tegas melarang aktivitas wisata di kawasan terdampak erupsi Semeru. Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, meminta Pemkab Lumajang untuk memasang spanduk larangan agar masyarakat tidak memasuki zona berbahaya, mengingat banyak warga yang dilaporkan datang hanya untuk melihat lokasi terdampak, mengubahnya menjadi "tontonan" atau wisata bencana. Raditya menegaskan bahwa wilayah tersebut merupakan zona merah yang sangat berbahaya dan harus steril.

Masyarakat diimbau untuk selalu mendengarkan informasi resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), PVMBG, dan pemerintah setempat, serta menghindari rumor yang tidak terverifikasi. Bagi warga yang terpaksa berada di area berabu, disarankan menggunakan masker dan pelindung mata untuk menghindari gangguan pernapasan dan iritasi mata. Persiapan tas darurat yang berisi air minum, makanan tahan lama, pakaian, obat-obatan, senter, dan dokumen penting juga sangat dianjurkan.