Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Damar Maluku Mendunia: Ekspor Resmi Penuhi Permintaan Pasar Global

2025-11-28 | 20:52 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T13:52:57Z
Ruang Iklan

Damar Maluku Mendunia: Ekspor Resmi Penuhi Permintaan Pasar Global

Permintaan internasional yang terus meningkat telah secara resmi membuka jalan bagi damar asal Maluku untuk menembus pasar ekspor global. Komoditas hasil hutan bukan kayu ini menunjukkan potensi ekonomi yang signifikan, dengan beberapa pengiriman besar tercatat dalam beberapa bulan terakhir tahun 2025.

Pada 24 September 2025, Provinsi Maluku mencatat sejarah dengan melepas ekspor perdana hasil hutan bukan kayu berupa kopal damar dan pala ke pasar internasional. Sebanyak 30 ton damar dikirim menuju India dengan nilai Rp570 juta. Pengiriman ini bersamaan dengan 15 ton pala yang diekspor ke Cina melalui Surabaya senilai Rp1,6 miliar. Komoditas damar tersebut berasal dari kelompok usaha perhutanan sosial di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, dan Kota Ambon, dengan kontribusi spesifik dari LPH Desa Rambatu sebanyak 9 ton, KTH Tawena Siwa 6 ton, LPH Desa Morella 6 ton, dan KTH Sorebang 9 ton.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, secara langsung melepas ekspor ini di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan RI, Mahfudz, M.P.. Gubernur Lewerissa menegaskan bahwa pencapaian ini adalah bukti nyata kerja keras dan sinergi berbagai pihak, serta menyoroti potensi besar hutan Maluku yang mencapai 3,9 juta hektar atau 84 persen dari luas daratan, sebagai penopang perekonomian daerah. Sekjen Kehutanan Mahfudz menambahkan bahwa ekspor perdana ini sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pembangunan beriringan dengan kelestarian hutan dan program perhutanan sosial sebagai solusi adaptif menghadapi krisis iklim.

Bea Cukai Ambon turut mengawal keberangkatan ekspor perdana ini, menegaskan komitmen mereka dalam mendukung kelancaran ekspor produk unggulan daerah. Kepala Kantor Bea Cukai Ambon, M. Farid Irfan Mahfudz, menyatakan bahwa pihaknya melakukan pemeriksaan dokumen dan pengawasan proses pemuatan untuk memastikan kelancaran pengiriman. Damar yang dikenal sebagai natural gum copal ini banyak digunakan sebagai bahan baku industri pernis, perekat, dan resin.

Dukungan terhadap ekspor damar Maluku terus berlanjut. Pada Rabu, 26 November 2025, Bea Cukai Ambon kembali mengawal ekspor perdana 14,7 metrik ton damar milik PT Aswad Agro Nusantara di Pelabuhan Yos Sudarso, Kota Ambon. Farid Irfan Mahfudz optimis volume ekspor komoditas lokal akan terus meningkat, membuka peluang pemasaran yang lebih luas di kancah internasional.

Ekspor damar ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga sosial, dengan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 105 orang pada sektor damar. Hingga tahun 2025, Maluku telah menerbitkan 171 Surat Keputusan (SK) perhutanan sosial seluas 240 ribu hektar, yang melibatkan 33 ribu kepala keluarga dan membentuk 533 kelompok usaha. Keberhasilan ekspor ini diharapkan dapat semakin memperkuat identitas Maluku sebagai "Kepulauan Rempah Dunia" yang berkontribusi besar terhadap perdagangan global melalui pengelolaan hutan lestari berbasis masyarakat.