:strip_icc()/kly-media-production/medias/527394/original/aniaya-ilustrasi-131207b.jpg)
Seorang wanita muda berusia 23 tahun bernama Selvyna, warga Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, diduga telah berulang kali menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan oleh suaminya sendiri, AR (22). Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Selvyna mengunggah foto dan video kondisi tubuhnya yang dipenuhi luka lebam dan luka berdarah parah ke media sosial, yang dengan cepat menjadi viral.
Dalam unggahannya, Selvyna mengungkapkan bahwa kejadian penganiayaan tersebut bukanlah yang pertama kali, melainkan sudah yang keempat kalinya. Peristiwa penganiayaan terakhir yang ia beberkan terjadi pada Rabu, 19 November 2025. Menurut Selvyna, kekerasan tersebut dilakukan tanpa alasan yang jelas, hanya didasari tuduhan suaminya yang menudingnya berselingkuh, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Selvyna.
Sebelum kekerasan fisik terjadi, Selvyna mengaku mengalami kekerasan verbal. Ia diludahi, dimaki dengan kata-kata kasar, dituduh tidak setia, barang-barangnya dilempar, bahkan diusir dari rumah. Kekerasan fisik dimulai saat ia mencoba untuk pergi. Penganiayaan itu berlangsung lebih dari satu jam, di mana Selvyna ditendang puluhan kali, dijambak rambutnya berulang kali, dan diinjak saat tubuhnya sudah tersungkur di lantai. Pelaku terus melayangkan tendangan secara membabi buta ke tubuhnya dan mengancam akan membunuhnya. Selvyna juga mengungkapkan bahwa setiap kali ia menangis dan merintih kesakitan, pelaku justru semakin brutal dan melarangnya menangis atau berteriak.
Viralnya unggahan Selvyna di media sosial menyoroti kembali isu kekerasan dalam rumah tangga yang sering kali tersembunyi. Media sosial kini menjadi salah satu pintu bagi korban KDRT untuk mencari dukungan publik dan mengungkap kasus yang dialami, yang seringkali memicu respons cepat dari aparat kepolisian setelah menjadi viral. Hingga kini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai penanganan hukum terhadap AR oleh pihak berwajib terkait kasus penganiayaan ini.