:strip_icc()/kly-media-production/medias/5402276/original/091347400_1762242444-Penemuan_mayat_di_Banjarbaru_Kalsel.jpg)
Warga Banjarbaru digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria di depan kantor sekretariat sebuah organisasi pada Selasa, 4 November 2025. Pria tersebut diketahui bernama Sutiyo alias Tiyo, berusia 68 tahun, seorang wiraswasta yang tinggal di Komplek Sumber Indah Nomor 95, Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara.
Jasad Sutiyo ditemukan tergeletak di Jalan Wijaya Kusuma, Kelurahan Komet, Kecamatan Banjarbaru Utara, tepat di depan Kantor Sekretariat Ikatan Keluarga Kandangan (IKK) Banjarbaru-Martapura. Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga sekitar pukul 11.00 WITA, setelah sebelumnya saksi melihat korban mengeluh sakit.
Menurut keterangan saksi pertama, Hj. Faridah (74), ia sempat bertemu dengan korban sekitar pukul 07.00 WITA. Saat itu, korban mengeluhkan sakit di bagian dada dan perutnya. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 08.00 WITA, saksi kedua, H. Novy Putra Perkasa Rangkuti (34), diminta oleh Faridah untuk memeriksa kondisi korban. Novy mendapati Sutiyo masih sadar dan sempat meminta tolong untuk didudukkan. Namun, sekitar pukul 11.00 WITA, warga yang melintas curiga melihat korban tergeletak tak bergerak, dan setelah diperiksa, Sutiyo sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.
Kasi Humas Polres Banjarbaru, Ipda Kardi Gunardi, membenarkan adanya peristiwa ini. Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Di sekitar jasad Sutiyo, petugas menemukan beberapa barang pribadi seperti botol air minum, botol alkohol kosong merek Gajah 95%, satu sachet Hemaviton, dan sisa makanan dalam kantong plastik bening. Hasil visum sementara juga menyebutkan adanya luka lecet di perut yang diduga akibat terjatuh ke parit, serta kelopak mata menguning dan kerusakan pada pupil dan iris mata.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan visum sementara, korban diduga meninggal dunia akibat keracunan minuman "oplosan" yang diduga diracik sendiri untuk dikonsumsi. Mulut korban juga mengeluarkan aroma alkohol yang sangat menyengat.
Diketahui, Sutiyo telah bekerja di Kantor Sekretariat Ikatan Keluarga Kandangan Banjarbaru-Martapura selama lebih dari tujuh tahun. Ia juga disebut hidup sendiri dan tidak memiliki sanak keluarga berdasarkan pengecekan Kartu Keluarga (KK). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Idaman Kota Banjarbaru untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian.