:strip_icc()/kly-media-production/medias/5414762/original/044105400_1763349482-Anggota_TNI_AU_tikam_seorang_pria.jpg)
Seorang anggota Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) berinisial Serda AI (42) telah diamankan setelah diduga menikam seorang pria berinisial MZ (35) hingga tewas di Kompleks Bumi Permata Sudiang (BPS) 1, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa tragis ini terjadi pada Minggu malam, 16 November 2025, sekitar pukul 20.30 Wita, dan diduga dipicu oleh masalah perselingkuhan.
Menurut Kepala Penerangan Komando Daerah Angkatan Udara (Kodau) II Kolonel Sus Aidil, insiden bermula saat Serda AI menjemput istrinya, NR, yang bekerja sebagai perias pengantin. Tidak jauh dari lokasi penjemputan, Serda AI melihat istrinya bersama korban MZ di dalam sebuah mobil di depan sebuah penginapan. Momen tersebut memicu cekcok di antara ketiganya.
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, terlihat istri Serda AI, N (36), berusaha melindungi MZ sambil menyatakan bahwa korban adalah anggota keluarganya. Namun, Serda AI membalas dengan tuduhan perselingkuhan, mengatakan, "Keluarga apa? Baru kau cium istriku di mobil. Perempuan apa kau ini," merujuk pada adegan yang ia saksikan.
Serda AI kemudian menikam MZ menggunakan senjata tajam. Korban mengalami luka tusuk pada punggung kiri yang menyebabkan pendarahan hebat. MZ sempat berusaha melarikan diri ke arah Jalan Goa Ria namun tersungkur dan meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Beberapa saat setelah kejadian, Serda AI langsung menyerahkan diri kepada Satuan Polisi Militer (Satpom) Lanud Hasanuddin dan kini telah ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Kolonel Sus Aidil mengonfirmasi penyerahan diri pelaku dan menjelaskan bahwa Serda AI sedang menjalani pemeriksaan intensif. Barang bukti berupa pisau telah diamankan oleh penyidik, meskipun asal senjata tajam tersebut masih dalam penyelidikan, dengan beberapa dugaan menyebutkan pisau itu berasal dari korban.
Istri pelaku, NR, juga dimintai keterangan dan saat ini sedang menjalani pendampingan psikolog karena mengalami trauma akibat insiden tersebut. Kanit Reskrim Polsek Biringkanaya, AKP Jafar Ahmad, turut membenarkan insiden penikaman ini dan menyatakan bahwa kasus tersebut sepenuhnya ditangani oleh Polisi Militer.