Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cak Imin Desak Solusi Konflik Gus Yahya-Syuriah PBNU: NU Bersatu, Bukan Elitis

2025-11-29 | 17:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T10:19:24Z
Ruang Iklan

Cak Imin Desak Solusi Konflik Gus Yahya-Syuriah PBNU: NU Bersatu, Bukan Elitis

Abdul Muhaimin Iskandar, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Cak Imin, menyoroti polemik internal yang terjadi di Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan menegaskan pentingnya mencari solusi terbaik untuk Nahdlatul Ulama secara keseluruhan, bukan hanya segelintir orang. Pernyataan ini disampaikan Cak Imin saat melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Assalam, Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis (27/11/2025).

Cak Imin menyatakan keprihatinannya atas konflik internal PBNU yang memicu kegelisahan di kalangan warga Nahdliyin. Ia mengaku masih memantau terus perkembangan permasalahan tersebut sebagai seorang kader NU. Sebelumnya, ia juga sempat membahas konflik ini bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid.

Polemik internal PBNU memanas setelah adanya keputusan jajaran Syuriah PBNU untuk memberhentikan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dari jabatannya sebagai Ketua Umum. Keputusan ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Harian Syuriyah PBNU pada 20 November 2025. Dalam risalah rapat tersebut, Gus Yahya diminta untuk mengundurkan diri dalam waktu tiga hari. Setelah Gus Yahya menolak mundur, sebuah surat edaran dikeluarkan pada 25 November 2025 yang menegaskan bahwa ia tidak lagi berstatus Ketua Umum PBNU terhitung mulai 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Salah satu pemicu utama konflik ini adalah kehadiran narasumber yang terafiliasi dengan jaringan Zionisme Internasional dalam kegiatan Akademi Kepemimpinan Nasional (AKN) NU. Jajaran Syuriah menilai tindakan ini bertentangan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah dan Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama. Selain itu, tata kelola keuangan di lingkungan PBNU juga menjadi sorotan Syuriyah.

Namun, Gus Yahya menolak keputusan pemecatan tersebut. Ia berargumen bahwa rapat harian Syuriyah tidak memiliki wewenang untuk memberhentikan Ketua Umum PBNU, karena hal itu hanya bisa dilakukan melalui Muktamar. Gus Yahya menegaskan mandat kepemimpinannya adalah selama lima tahun penuh, yang diperoleh dari Muktamar NU ke-34 di Lampung pada tahun 2021. Di tengah polemik ini, Gus Yahya bahkan melakukan perombakan beberapa pejabat PBNU, termasuk pergantian Sekjen PBNU dari Saifullah Yusuf ke posisi Ketua PBNU.

Menanggapi situasi ini, Cak Imin berharap agar semua pihak bersabar dan membiarkan proses internal di PBNU berjalan. Ia menekankan bahwa solusi yang dicari haruslah yang paling baik untuk seluruh warga Nahdliyin, bukan hanya untuk para pengurus NU atau kepentingan segelintir orang.