Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Bontang: Magnet Investasi Hotel & Pariwisata Berkat Kedekatan dengan IKN

2025-11-27 | 02:31 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T19:31:57Z
Ruang Iklan

Bontang: Magnet Investasi Hotel & Pariwisata Berkat Kedekatan dengan IKN

Peran strategis Kota Bontang sebagai salah satu gerbang ekonomi baru Kalimantan Timur semakin menguat, menyusul lokasinya yang berdekatan dengan Ibu Kota Nusantara (IKN). Hal ini menjadikan "Kota Taman" tersebut kini menjadi incaran para investor di sektor perhotelan dan pariwisata.

Selama ini, Bontang dikenal sebagai kota industri dengan aktivitas padat dari perusahaan-perusahaan besar seperti PT Badak LNG dan Pupuk Kaltim. Namun, Pemerintah Kota Bontang kini secara aktif membuka babak baru pengembangan ekonomi dengan mendorong investasi di sektor perhotelan dan pariwisata, sebagai upaya diversifikasi ekonomi dan mengurangi ketergantungan pada industri berbasis energi.

Ketua Unit Layanan Strategis Pembangunan Sumber Daya Berkelanjutan (ULS-PSDB) Universitas Mulawarman (Unmul), Dr. Rahcmad Budi Suharto, menegaskan bahwa sektor perhotelan merupakan pilar strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah, meningkatkan pendapatan asli daerah, serta mendorong pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan ekonomi kreatif lokal. Menurutnya, ekosistem investasi hotel di Bontang saat ini tengah terbentuk, sehingga menjadi waktu yang tepat bagi investor untuk masuk.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang menyambut baik peluang investasi ini. Pembangunan hotel dinilai sebagai strategi berkelanjutan untuk memperkuat daya saing kota dan memperluas lapangan kerja. Beberapa lahan strategis di pusat kota sedang dikaji sebagai lokasi potensial, termasuk wacana pemanfaatan rumah jabatan Wali Kota di Jalan Awang Long untuk pembangunan hotel bisnis dan konferensi. DPMPTSP juga telah menyiapkan berbagai kemudahan, mulai dari penyediaan lahan strategis, pendampingan perizinan yang cepat dan transparan, hingga pemberian insentif fiskal bagi investor yang mengusung prinsip ramah lingkungan dan berbasis teknologi.

Potensi pariwisata Bontang juga menjadi daya tarik utama. Kota ini menawarkan destinasi wisata pesisir unggulan, seperti Hutan Mangrove Bontang Kuala yang dilengkapi dengan atraksi eco-edupark, skybridge, menara pandang, galeri konservasi, dan eco-café. Selain itu, Pulau Beras Basah juga menonjol dengan eco-resort, family beach park, fasilitas bertenaga surya, serta pasir putih dan laut jernihnya. Otorita IKN bahkan mulai melirik potensi wisata Bontang, menjadikannya mitra dan daya tarik bagi wisatawan yang akan berkunjung ke IKN. Berbagai pembenahan infrastruktur pariwisata terus dilakukan, seperti Pelataran Bontang Kuala yang ditargetkan rampung pada Desember 2025, dan Pulau Beras Basah yang akan dibenahi pada tahun 2026.

Investasi di sektor perhotelan dan pariwisata ini diharapkan tidak hanya memperkuat sektor usaha, tetapi juga menciptakan efek ekonomi berantai yang akan menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, serta meningkatkan pendapatan daerah dari pajak hotel dan restoran. Langkah-langkah pembangunan dan investasi ini sejalan dengan visi besar "Bontang Berbenah" yang diusung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Kehadiran IKN di Kalimantan Timur memang telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk peningkatan investasi pemerintah untuk infrastruktur pendukung yang menciptakan lapangan kerja dan permintaan produk lokal, dengan Bontang siap memperkuat perannya sebagai wilayah penyangga strategis.