:strip_icc()/kly-media-production/medias/1806713/original/010927000_1513680505-Foto_Liputan6.com.jpg)
Distrik Kiraweri di Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, kini tidak lagi dalam kegelapan. Malam hari di rumah-rumah warga kini diterangi cahaya lampu, menggantikan era sebelumnya yang hanya mengandalkan lampu minyak atau suara bising genset yang samar di kejauhan. Perubahan ini membawa suka cita bagi penduduk setempat, termasuk Elias Inyomusi Anakangi, yang mengenang masa kecilnya belajar menggunakan pelita api dari rotan dan minyak tanah. Kini, anak-anak dapat belajar dengan lebih baik dan ibu-ibu dapat memasak dengan mudah berkat akses listrik.
Penerangan listrik di Kiraweri ini terwujud berkat Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Anggi berkapasitas 150 kW, yang mulai dibangun sejak tahun 2022. Proyek ini merupakan bagian dari program strategis pemerintah "Merdeka dari Kegelapan" yang diusung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan PT PLN (Persero), dengan fokus pada pemerataan akses energi hingga ke pelosok negeri.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan pemerataan akses listrik, khususnya bagi masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Pemerintah menargetkan seluruh desa di Indonesia dapat terlayani listrik pada tahun 2029-2030, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 5.700 desa atau 6,76 persen dari total desa dan kelurahan di Tanah Air masih belum teraliri listrik. Untuk mengatasi hal ini, Kementerian ESDM menjalankan program Listrik Desa (Lisdes) untuk periode 2025-2029, menargetkan elektrifikasi 5.758 desa yang belum dilayani PLN.
Selain di Kiraweri, upaya pemerataan listrik juga terus berlanjut di berbagai daerah di Papua Barat dan sekitarnya. Pada November 2025, sebanyak 100 keluarga prasejahtera di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, telah menerima bantuan penyambungan listrik gratis melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Secara keseluruhan, 4.550 rumah tangga kurang mampu di Papua Barat ditargetkan menerima penyaluran BPBL tahun ini.
Sebelumnya, pada Juli 2023, sepuluh kampung terpencil di Kabupaten Sorong Selatan dan Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya (sebelumnya bagian dari Papua Barat), seperti Kampung Garma, Klawes, dan Sehu, juga telah menikmati listrik 24 jam setelah 25 tahun gelap gulita. Sementara itu, di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, 771 keluarga di Distrik Windesi telah merasakan terang sejak awal 2021 melalui program tabung listrik (talis).
PT PLN (Persero) terus mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan desa. Di Kabupaten Pegunungan Arfak, PLN menargetkan percepatan pembangunan jaringan kelistrikan untuk 11 lokasi dengan 700 pelanggan baru, dengan target keseluruhan 87 lokasi untuk 3.200 pelanggan baru. Ke depan, PLN berkomitmen agar seluruh sistem kelistrikan di Pegunungan Arfak 100 persen bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT), terutama PLTMH.
Hingga akhir tahun 2024, rasio elektrifikasi di wilayah Papua dan Papua Barat mencapai 97,53 persen, dengan 99,02 persen desa atau 7.361 desa sudah teraliri listrik. Untuk tahun 2025, PLN menargetkan elektrifikasi 26 desa dengan 1.526 calon pelanggan di Provinsi Papua Barat dan 62 desa dengan 2.830 calon pelanggan di Provinsi Papua Barat Daya. Meskipun menghadapi tantangan geografis yang sulit, biaya tinggi, dan medan berat, PLN bersama pemerintah terus berupaya menghadirkan listrik hingga ke seluruh pelosok Tanah Papua sebagai pendorong utama perkembangan ekonomi, pendidikan, dan kesehatan masyarakat.