:strip_icc()/kly-media-production/medias/5421421/original/011529900_1763898786-1000551984.jpg)
Banyuwangi – Enam desa di wilayah selatan Banyuwangi terendam banjir setelah hujan deras mengguyur pada Sabtu sore (22/11). Total 739 Kepala Keluarga (KK) terdampak peristiwa ini, dengan sejumlah rumah mengalami kerusakan dan aktivitas warga terganggu.
Empat desa yang dilanda banjir berada di Kecamatan Siliragung, meliputi Buluagung, Siliragung, Semporejo, dan Kesilir. Dua desa lainnya yang juga terdampak berada di Kecamatan Pesanggaran, yakni Sumberagung dan Sumbermulyo.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, langsung meninjau lokasi banjir pada Minggu (23/11). Ia menyatakan bahwa intensitas hujan yang sangat tinggi menjadi penyebab utama ratusan rumah warga tergenang air. Saat peninjauan, Bupati Ipuk mengunjungi beberapa rumah warga, salah satunya milik Madori (44) di Dusun Krajan, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, yang dapurnya rusak akibat pondasinya tergerus banjir. Warga lain, Sarjono, menjelaskan bahwa air datang tiba-tiba sekitar pukul 17.30 WIB dengan ketinggian mencapai setengah meter, namun beruntung air tersebut cepat surut.
Selain meninjau kerusakan, Bupati Ipuk juga menyalurkan bantuan sembako yang dibutuhkan oleh warga terdampak. Ia juga meninjau kondisi SDN 3 Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, yang turut terdampak banjir. Pasca kejadian, siswa dan guru dibantu petugas gabungan dari Pemkab Banyuwangi melakukan pembersihan.
Dalam pernyataannya, Bupati Ipuk mengidentifikasi permasalahan utama penyebab banjir adalah drainase yang tidak memadai dan kondisi sungai. Untuk mengatasi hal ini, Bupati telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi untuk segera melakukan intervensi terukur, termasuk normalisasi sungai dan pembersihan seluruh drainase di sepanjang jalan di lokasi terdampak, guna memastikan aliran air lancar saat hujan.