:strip_icc()/kly-media-production/medias/5426968/original/015419000_1764322634-1.jpg)
Banjir bandang dan luapan sungai telah melumpuhkan aktivitas pendidikan di Kabupaten Aceh Barat, dengan puluhan sekolah dasar terendam lumpur dan dua bangunan sekolah hancur total. Tercatat sebanyak 32 unit sekolah dasar (SD) di sejumlah kecamatan di daerah tersebut terendam air dengan ketinggian lebih dari satu meter, menyebabkan kegiatan belajar mengajar terhenti. Dinas Pendidikan Aceh Barat memastikan bahwa bencana ini berdampak serius pada sarana pendidikan.
Dua unit SD yang mengalami kerusakan parah hingga hancur total akibat terjangan arus sungai adalah SDN Alue Lhok dan SD Sikundo, keduanya berada di Kecamatan Pante Ceureumen. Bangunan kedua sekolah tersebut dilaporkan terbawa arus sungai, bahkan hanya menyisakan sedikit bagian yang kini berada di pinggir aliran sungai karena lahannya tergerus. Di SDN Alue Lhok, kerusakan meliputi ruang kantor, ruang kepala sekolah, Unit Kesehatan Siswa (UKS), ruang guru, perpustakaan, serta dua unit toilet. Kerugian akibat rusaknya bangunan SDN Alue Lhok diperkirakan mencapai hampir Rp1 miliar, termasuk Rp700 juta untuk bangunan serta pagar sekolah.
Selain dua sekolah yang hancur, 30 unit SD lainnya yang tersebar di 10 kecamatan juga tidak luput dari rendaman banjir dan lumpur, menyebabkan ruang kelas tidak dapat digunakan. Ketinggian air yang mencapai lebih dari satu meter di banyak sekolah membuat aktivitas belajar mengajar di puluhan satuan pendidikan terpaksa dihentikan sementara. Secara keseluruhan, 37 sekolah di Aceh Barat diliburkan akibat banjir ini. Dampak banjir bandang dan luapan juga mengakibatkan aneka sarana belajar di sekolah dasar rusak parah, termasuk meja, kursi, buku, alat peraga, serta perangkat elektronik.
Kepala Dinas Pendidikan Aceh Barat, Husensah, mengonfirmasi kerusakan infrastruktur pendidikan ini dan telah melaporkannya kepada pimpinan daerah serta pemerintah provinsi untuk penanganan lanjutan. Penghentian aktivitas belajar mengajar di sekolah dilakukan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan bagi anak didik dalam situasi bencana saat ini. Banyak rumah guru dan siswa juga terdampak banjir, sehingga kondisi tidak memungkinkan untuk melaksanakan proses belajar. Ujian yang rencananya akan berlangsung pada Senin, 1 Desember 2025, terancam ditunda karena tidak ada ruang yang dapat digunakan. Pertimbangan untuk menggunakan ruang kelas di SMP Alue Lhok yang berdampingan dengan SDN Alue Lhok sedang dilakukan.
Bupati Aceh Barat, Tarmizi, memimpin rapat koordinasi darurat pada Kamis, 27 November 2025, menyusul meningkatnya dampak banjir yang telah merendam 10 kecamatan dan diprediksi masih berlanjut. Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menargetkan proses belajar mengajar di seluruh satuan pendidikan yang terdampak dapat kembali normal pada Senin, 1 Desember 2025, apabila kondisi banjir mulai surut dan situasi memungkinkan. Evaluasi terhadap kondisi bangunan sekolah, sanitasi, serta akses jalan sedang dilakukan sebelum aktivitas belajar mengajar dapat dibuka kembali. Sementara itu, Gampong Sikundo dilaporkan masih terisolasi karena jembatan penghubung utama putus dan akses telekomunikasi terputus.