:strip_icc()/kly-media-production/medias/5384752/original/002749500_1760843151-gempa_sarmi.jpg)
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang wilayah Timur Laut Sarmi, Papua, pada Sabtu, 1 November 2025, pukul 11.32 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa pusat gempa berada di laut.
Menurut data BMKG, episenter gempa terletak pada koordinat 1,85° Lintang Selatan dan 139,42° Bujur Timur, sekitar 74 kilometer arah timur laut Sarmi, Papua. Kedalaman gempa tercatat dangkal, yakni 15 kilometer.
Direktur Bidang Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas sesar dasar laut. Analisis mekanisme sumber menunjukkan adanya pergerakan geser (strike-slip) di bawah laut, suatu kondisi yang lazim terjadi di wilayah Papua mengingat lokasinya yang berada pada pertemuan lempeng tektonik yang kompleks.
Meskipun guncangan gempa dirasakan di Sarmi dengan intensitas III hingga IV pada skala Modified Mercalli Intensity (MMI), yang berarti getaran terasa jelas oleh banyak orang di dalam rumah, BMKG menegaskan bahwa gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat peristiwa ini.
BMKG terus memonitor aktivitas seismik di wilayah tersebut dan mencatat bahwa hingga pukul 11.51 WIB pada hari kejadian, belum terdeteksi adanya gempa susulan. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab. BMKG juga menyarankan warga Sarmi dan sekitarnya untuk memeriksa kondisi bangunan tempat tinggal guna memastikan tidak ada kerusakan yang dapat membahayakan sebelum kembali beraktivitas di dalam rumah. Informasi resmi mengenai gempa bumi hanya bersumber dari BMKG melalui kanal komunikasi resmi mereka. Peristiwa ini menambah daftar aktivitas kegempaan di wilayah Sarmi, yang dalam beberapa waktu terakhir memang menunjukkan peningkatan aktivitas seismik.