:strip_icc()/kly-media-production/medias/5427888/original/097857800_1764436105-Tim_SAR_menyeberangi_sungai_pakai_tali_untuk_selamatkan_korban_banjir.jpg)
Personel tim SAR gabungan mempertaruhkan keselamatan mereka dengan bergelantungan pada bentangan tali sepanjang 50 meter demi menjangkau dua warga yang terjebak banjir bandang di aliran Sungai Silaing Bawah, Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat. Operasi heroik ini dilakukan pada Sabtu, 29 November 2025, oleh tim dari Kantor SAR Padang bersama BPBD, TNI-Polri, serta relawan setempat.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa teknik penyeberangan tali atau tyrolean traverse diterapkan karena akses darat menuju lokasi korban terputus total dan kondisi medan yang tidak memungkinkan tim untuk menyeberang secara manual. Arus sungai yang masih deras serta kontur tebing yang dipenuhi material lumpur dan bebatuan menambah tingkat kesulitan dalam operasi tersebut.
Dua korban yang terseret banjir bandang beberapa hari lalu di jalur Padang–Bukittinggi ini ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Namun, hingga laporan ini diturunkan, tim di lapangan masih belum bisa mengevakuasi kedua jenazah tersebut karena posisinya yang masih terhimpit material sisa banjir. Abdul Malik memastikan operasi SAR terus berlangsung dengan prioritas pada keselamatan personel, sembari menunggu proses pembersihan material sisa banjir dapat dilakukan bertahap sebelum jenazah bisa diangkat. Selain itu, tim SAR juga terus melakukan pemantauan lanjutan di sepanjang bantaran sungai untuk memastikan tidak ada korban lain yang belum terdeteksi.
Bencana banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan dampak signifikan di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menginstruksikan percepatan penanganan darurat di ketiga provinsi tersebut, dengan fokus pada operasi pencarian dan penyelamatan korban, pemulihan akses komunikasi, serta pendistribusian logistik kepada warga terdampak. Situasi di Sumatera Barat sendiri sangat memprihatinkan, dengan laporan korban meninggal dunia akibat banjir bandang atau galodo di Kabupaten Agam mencapai puluhan jiwa pada Kamis, 27 November 2025.