Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

9 Hercules TNI AU Dirombak Total, Siap Jadi Tulang Punggung Udara Modern Indonesia

2025-11-26 | 18:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-26T11:57:22Z
Ruang Iklan

9 Hercules TNI AU Dirombak Total, Siap Jadi Tulang Punggung Udara Modern Indonesia

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) di Bandung, Jawa Barat, telah secara resmi memulai program modernisasi untuk sembilan unit pesawat angkut berat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara. Langkah strategis ini ditandai dengan kedatangan unit pertama pesawat Hercules di hanggar Aircraft Services (ACS) PTDI Bandung pada Rabu, 26 November 2025.

Program modernisasi ini merupakan tindak lanjut dari kontrak yang disepakati antara PTDI dan Badan Logistik Pertahanan (Baloghan) Kementerian Pertahanan RI pada 1 April 2022, dan mulai berlaku efektif pada 1 Februari 2024. Direktur Niaga, Teknologi & Pengembangan PTDI, Mohammad Arif Faisal, menjelaskan bahwa pekerjaan modernisasi ini mencakup dua aspek utama: Penggantian Center Wing Box (CWBR) dan Program Peningkatan Avionik (Avionic Upgrade Program/AUP).

Penggantian Center Wing Box bertujuan untuk memperpanjang usia struktural pesawat, diharapkan dapat menambah masa pakai hingga 15 tahun atau 25.000 jam terbang. Sementara itu, Program Peningkatan Avionik akan meningkatkan keselamatan dan kapabilitas navigasi pesawat, termasuk penggantian kokpit analog dengan sistem digital serta pembaruan sistem navigasi, komunikasi, dan kontrol penerbangan agar lebih adaptif terhadap kebutuhan operasi masa kini.

Mohammad Arif Faisal menambahkan bahwa fasilitas, teknologi, dan kemampuan yang digunakan dalam program ini sepenuhnya berbasis di Indonesia. Hal ini tidak hanya memperkuat kemandirian nasional dalam pemeliharaan dan modernisasi pesawat angkut berat strategis TNI AU, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada fasilitas luar negeri serta mempercepat siklus pemeliharaan.

Dalam persiapannya, PTDI telah menjalin kerja sama strategis dengan Komando Pemeliharaan Materiel Angkatan Udara (Koharmatau) sejak Oktober 2024. Kolaborasi ini melibatkan pendayagunaan sumber daya manusia dari kedua institusi, pemanfaatan peralatan khusus dan peralatan pendukung darat, serta penggunaan fasilitas bonding & composite PTDI. Kolonel Teknik Arif Djoko Nugroho, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Koharmatau, menargetkan modernisasi setiap unit pesawat Hercules dapat rampung dalam waktu enam bulan. Secara spesifik, pengerjaan CWBR diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 5 bulan, sedangkan AUP sekitar 6 bulan.

Menurut Kolonel Arif Djoko, pesawat Hercules yang akan dimodernisasi ini diterima TNI AU pada tahun 1981 dan beberapa di antaranya sudah berusia sekitar 40 tahun, dengan usia center wing box yang mendekati 45.000 jam terbang sehingga harus segera diganti. Dengan modernisasi ini, pesawat Hercules diharapkan mampu kembali mengudara hingga mencapai 25.000 jam terbang. Anggaran yang disiapkan untuk modernisasi sembilan unit pesawat C-130 Hercules ini dilaporkan senilai Rp 150 miliar.

Direktur Utama PTDI Gita Amperiawan sebelumnya juga menyatakan optimismenya bahwa program ini akan meningkatkan kompetensi C-130 Hercules serta efektivitas operasinya dalam menjaga kedaulatan, keamanan wilayah, dan menjalankan misi kemanusiaan. Modernisasi ini akan memperkuat tingkat kesiapan operasional Hercules sebagai salah satu tulang punggung armada angkut militer Indonesia, mendukung operasi kemanusiaan, logistik, maupun pertahanan udara.