Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Wisatawan Penuhi Destinasi Pasca-Libur, Kakorlantas Minta Petugas Tetap Waspada

2026-01-02 | 16:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-02T09:50:19Z
Ruang Iklan

Wisatawan Penuhi Destinasi Pasca-Libur, Kakorlantas Minta Petugas Tetap Waspada

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho memerintahkan seluruh jajarannya untuk tetap bersiaga penuh di berbagai lokasi wisata di seluruh Indonesia, menyusul tingginya mobilitas masyarakat yang memadati destinasi liburan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) yang baru berlalu. Perintah ini datang di tengah temuan bahwa sejumlah objek wisata, mulai dari Bali hingga Puncak Bogor dan Yogyakarta, tetap ramai meskipun puncak arus balik sudah terlewati dan peringatan mengenai potensi kepadatan telah dikeluarkan. Situasi ini menyoroti tantangan berkelanjutan bagi aparat keamanan dalam mengelola arus wisatawan, menjaga ketertiban lalu lintas, dan memastikan keamanan publik pasca musim libur panjang.

Dalam rangka Operasi Lilin 2025-2026, Kakorlantas Polri telah menetapkan empat klaster utama pengamanan, meliputi jalan tol, pelabuhan penyeberangan, lokasi wisata, serta tempat ibadah. Irjen Agus Suryonugroho, saat melakukan pengecekan di Command Center Km 29 Bekasi pada akhir Desember 2025, menjelaskan bahwa meskipun arus mudik telah terlewati dan lalu lintas secara umum terkendali, beberapa titik wisata seperti Gadog, Cianjur, Bandung, Malang Raya, dan Yogyakarta mengalami kepadatan signifikan. Di Yogyakarta, Wali Kota Hasto Wardoyo bahkan mengeluarkan surat edaran yang melarang pesta kembang api untuk Malam Tahun Baru 2026 sebagai bentuk empati terhadap korban bencana di sejumlah daerah, namun kawasan Malioboro tetap dipadati ribuan orang dan ratusan ribu wisatawan. Sementara itu, di Kebumen, patroli diperketat di kawasan pantai seperti Pantai Logending menyusul lonjakan pengunjung pada 1 Januari 2026.

Kepadatan ini mencerminkan tingginya animo masyarakat untuk berlibur, sekaligus menjadi indikator pemulihan sektor pariwisata domestik pasca-pandemi. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mencatat peningkatan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, sepanjang tahun 2025. Namun, data menunjukkan adanya pergeseran pola. Di Bali, misalnya, Gubernur Wayan Koster menepis isu sepi wisatawan dengan memaparkan data kunjungan wisatawan mancanegara pada 2025 mencapai rekor tertinggi dalam satu dekade terakhir, yaitu lebih dari 7 juta orang melalui udara dan 71 ribu melalui laut. Namun, ironisnya, kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) ke Bali justru menurun sekitar 700 ribu orang, dari 10,1 juta pada 2024 menjadi 9,28 juta pada 2025. Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengakui penurunan jumlah wisnus ke Bali disebabkan pergeseran destinasi ke daerah lain, khususnya di Pulau Jawa, serta dipengaruhi informasi cuaca.

Penyebab fenomena ini kompleks. Kebijakan "work from anywhere" yang diterapkan pemerintah dan pembatasan kendaraan sumbu tiga menjadi faktor yang perlu dievaluasi dalam pengelolaan lalu lintas. Kondisi ini menciptakan tantangan ganda bagi aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk menyeimbangkan antara pendorong ekonomi melalui pariwisata dan kebutuhan akan pengaturan lalu lintas serta jaminan keamanan. Irjen Pol. Dwi Gunawan dari Itwasum Mabes Polri mengapresiasi koordinasi solid antara Polri dan instansi terkait dalam mengawal arus wisata akhir tahun, dengan langkah teknis pengamanan seperti pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas di titik krusial.

Implikasi jangka panjang dari tren kepadatan di tempat wisata ini memerlukan strategi adaptif yang lebih matang. Meskipun sektor pariwisata menunjukkan vitalitas yang krusial untuk pemulihan ekonomi, lonjakan pengunjung juga menuntut peningkatan kapasitas infrastruktur, personel pengamanan, dan sistem rekayasa lalu lintas yang fleksibel. Diperlukan koordinasi yang lebih erat antarlembaga, termasuk Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, dan kepolisian, untuk mengembangkan kebijakan yang tidak hanya mempromosikan pariwisata tetapi juga menjamin kenyamanan dan keselamatan warga serta wisatawan. Polresta Balikpapan, misalnya, telah memperluas rekayasa lalu lintas di Pantai Manggar hingga jalur-jalur penyangga untuk mengurai kepadatan. Polres Penajam Paser Utara juga meningkatkan patroli dan imbauan kepada wisatawan agar selalu waspada. Tanpa pendekatan yang komprehensif, pertumbuhan pariwisata yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan masalah baru, mulai dari kemacetan parah hingga risiko keamanan dan ketidaknyamanan bagi masyarakat.