Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Fenomena Tarif Rp 1: MRT Jakarta Banjir 326 Ribu Penumpang di Momen Tahun Baru 2026

2026-01-02 | 20:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-02T13:09:49Z
Ruang Iklan

Fenomena Tarif Rp 1: MRT Jakarta Banjir 326 Ribu Penumpang di Momen Tahun Baru 2026

PT MRT Jakarta (Perseroda) mengangkut 326.372 pelanggan selama dua hari penerapan tarif khusus Rp 1 pada momen pergantian Tahun Baru 2026, dari 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 7,59 persen dibandingkan periode serupa tahun sebelumnya. Kebijakan ini, yang juga memperpanjang jam operasional hingga pukul 02.00 WIB pada 1 Januari, bertujuan memfasilitasi mobilitas warga di tengah perayaan ibu kota.

Jumlah penumpang pada 31 Desember 2025 tercatat sebanyak 185.895 orang, diikuti oleh 140.477 pelanggan pada 1 Januari 2026. Angka ini melampaui 303.345 pelanggan yang menggunakan layanan MRT Jakarta pada pergantian tahun sebelumnya. Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo, menyatakan peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memanfaatkan transportasi publik, khususnya pada perayaan tahun baru. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, juga menegaskan kebijakan tarif Rp 1 ini sebagai bentuk apresiasi kepada warga serta upaya memudahkan mobilitas mereka selama perayaan.

Pemberlakuan tarif khusus Rp 1 per perjalanan ini diatur berdasarkan Surat Keputusan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0258 Tahun 2025. Regulasi tersebut tidak hanya mencakup MRT Jakarta tetapi juga LRT Jakarta dan Transjakarta, mengindikasikan koordinasi pemerintah provinsi dalam mengintegrasikan layanan transportasi publik untuk mendukung acara besar. Selain perpanjangan jam operasional, MRT Jakarta juga menerapkan langkah-langkah mitigasi pengelolaan keramaian (crowd management), meliputi penambahan personel, penyediaan stok kartu, dan optimalisasi alat pembaca kartu di stasiun. Ini bertujuan memastikan mobilitas tetap tertib, aman, dan nyaman di tengah lonjakan pengguna.

Kebijakan tarif khusus serupa sebelumnya pernah diterapkan, seperti saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-498 Jakarta pada Juni 2025, di mana MRT Jakarta juga memberlakukan tarif Rp 1 dan perpanjangan jam operasional. Pola ini menunjukkan pendekatan strategis pemerintah provinsi dalam mendorong penggunaan transportasi publik melalui insentif finansial pada momen-momen tertentu. Secara historis, MRT Jakarta menunjukkan tren peningkatan jumlah penumpang sejak beroperasi pada 2019, dengan 24,14 juta penumpang di tahun pertamanya. Meskipun sempat mengalami penurunan drastis selama pandemi COVID-19 pada 2020 dan 2021, angka keterangkutan kembali melonjak, mencapai lebih dari 40,8 juta penumpang sepanjang tahun 2024, dengan rata-rata harian 111.534 pelanggan, melampaui target 92 ribu pelanggan per hari.

Implikasi jangka panjang dari kebijakan tarif insentif ini dapat mencakup pembentukan kebiasaan baru di masyarakat untuk lebih mengandalkan transportasi publik, khususnya pada acara-acara besar yang kerap memicu kemacetan. Keberhasilan dalam menarik lebih dari 300 ribu penumpang pada malam pergantian tahun mengukuhkan posisi MRT Jakarta sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan yang efektif. PT MRT Jakarta menargetkan 41 juta pelanggan dengan rata-rata harian 115 ribu pelanggan pada tahun 2025. Integrasi antarmoda dan kemudahan akses menjadi faktor kunci dalam mencapai target tersebut, seiring dengan upaya MRT Jakarta menghadirkan ruang publik yang aman dan inklusif di sekitar stasiun, seperti Blok M Hub, yang turut menjadi magnet bagi masyarakat selama masa liburan.