Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terkuak Pemicu Gempa M 5,4 Tual: Penjelasan Badan Geologi

2026-01-04 | 10:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T03:01:37Z
Ruang Iklan

Terkuak Pemicu Gempa M 5,4 Tual: Penjelasan Badan Geologi

Plt. Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Lana Saria, pada Sabtu dini hari, 3 Januari 2026, menjelaskan bahwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 yang mengguncang Tual, Maluku Tenggara, dipicu oleh aktivitas subduksi di Laut Banda. Gempa tektonik ini terjadi pada pukul 01.28 WIB (01.29 WIB menurut BMKG) dengan pusat gempa berada di kedalaman 88 kilometer, sekitar 134 kilometer baratlaut Tual, Maluku Tenggara.

Analisis lebih lanjut dari Badan Geologi menunjukkan gempa tersebut memiliki mekanisme sesar oblique naik, yang dicirikan oleh arah pergerakan menganan dan kemiringan bidang sesar ke arah barat laut. Peristiwa ini menegaskan kembali karakteristik tektonik kompleks di wilayah timur Indonesia. Laut Banda, yang berdekatan dengan Tual, merupakan salah satu zona subduksi paling aktif dan rawan gempa di Indonesia, terbentuk akibat pertemuan beberapa lempeng bumi seperti Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Wilayah Kepulauan Maluku secara umum terletak pada pertemuan lempeng-lempeng Eurasia, Pasifik, dan Filipina, membentuk zona tumbukan busur dengan busur di Laut Maluku yang sangat tebal.

Meskipun gempa ini tidak memicu tsunami, Plt. Kepala Badan Geologi Lana Saria mengingatkan bahwa wilayah terdampak termasuk dalam kawasan rawan bencana gempa bumi tinggi. Kondisi geologi di sekitar lokasi pusat gempa bumi, yang umumnya berupa dataran berselingan dengan perbukitan, serta tersusun oleh aluvium dan batuan sedimen Kuarter di kawasan pantai, dapat memperkuat efek guncangan gempa. Batuan yang telah mengalami pelapukan dan sedimen permukaan memiliki sifat urai, lepas, dan tidak terkonsolidasi, yang berpotensi signifikan dalam mengamplifikasi dampak getaran. Klasifikasi tanah di wilayah terdekat dengan pusat gempa juga mayoritas berupa kelas tanah sedang (D) dan tanah sangat padat/batuan lunak (C).

Hingga laporan ini disusun, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur yang signifikan akibat guncangan tersebut. Namun, aktivitas seismik yang berkelanjutan di kawasan ini, termasuk yang disebabkan oleh sesar aktif dan aktivitas vulkanik di busur-busur kepulauan sekitar Laut Banda, menuntut kewaspadaan tinggi dari masyarakat dan pemerintah daerah. Potensi gempa susulan menjadi perhatian rutin di wilayah Maluku yang secara historis memang kerap diguncang gempa bumi dengan berbagai magnitudo. Upaya mitigasi dan edukasi bencana terus menjadi prioritas untuk mengurangi risiko jangka panjang di salah satu zona tektonik paling dinamis di dunia.