:strip_icc()/kly-media-production/medias/5460689/original/019088300_1767265318-Juara_dua_Dangdut_Academy_7_Indosiar__Achmad_Valen_Akbar.jpg)
Ribuan warga memadati Gedung Negara Grahadi, Surabaya, pada Kamis, 1 Januari 2026 pagi, menyambut kedatangan Achmad Valen Akbar, atau Valen DA7, runner-up Dangdut Academy 7 Indosiar, dalam sebuah prosesi meriah yang menandai apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap putra daerahnya. Valen diarak menggunakan kendaraan hias "Sekar Kedaton" yang diiringi musik tradisional Daul Tong Tong, sebuah persembahan budaya khas Madura, di tengah kerumunan penggemar dan masyarakat dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Penyambutan ini dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, yang secara simbolis menempatkan Valen sebagai "juara" bagi masyarakat Jawa Timur, terlepas dari status runner-up dalam kompetisi nasional tersebut. "Selamat datang Valen. Di sini ada backdrop Valen Juara D'Academy 7, sengaja tidak ditulis runner up. Karena Valen adalah juara bagi kami semua," tegas Khofifah di hadapan ribuan hadirin, yang disambut tepuk tangan riuh. Gubernur Khofifah juga memuji Valen sebagai "berlian" langka dari Pamekasan, Madura, menyoroti bukan hanya suara emasnya, tetapi juga kesantunan yang tetap dijaga di tengah popularitasnya.
Kehadiran "Sekar Kedaton" dalam prosesi ini, yang secara harfiah berarti "putri raja" atau merujuk pada bunga kamboja yang sering dikaitkan dengan konteks kebangsawanan dan spiritual Jawa, menegaskan nilai-nilai budaya yang melekat dalam perayaan ini. Penggunaan musik Daul Tong Tong, kesenian khas Madura yang kaya ritme, semakin menguatkan identitas lokal yang ingin ditonjolkan oleh pemerintah provinsi. Momen ini bukan sekadar perayaan atas prestasi individual, melainkan juga berfungsi sebagai penegasan identitas kultural dan kebanggaan regional Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah tidak hanya memberikan selamat, tetapi juga menyampaikan wejangan penting mengenai keseimbangan antara karier di dunia hiburan dengan pendidikan formal. Ia berpesan agar Valen terus melanjutkan sekolah hingga jenjang pendidikan tinggi. Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga kesantunan, kesalehan, serta penghormatan kepada orang tua sebagai fondasi keberlanjutan kesuksesan seorang figur publik. Pesan ini mencerminkan harapan pemerintah daerah agar generasi muda Jawa Timur mampu mencapai prestasi nasional tanpa tercerabut dari nilai-nilai luhur budaya lokal.
Valen DA7, yang memiliki nama lengkap Achmad Valen Akbar dan berasal dari Pamekasan, Madura, lahir pada 16 Januari 2007. Ia telah mencuri perhatian publik sejak partisipasinya di Dangdut Academy 5 pada usia 15 tahun, sebelum akhirnya menjadi runner-up di Dangdut Academy 7 pada tahun 2025. Pencapaiannya dipandang sebagai inspirasi bagi generasi muda, membuktikan bahwa bakat dari daerah dapat bersaing di kancah nasional.
Penyambutan meriah ini, di awal tahun 2026, menjadi peristiwa simbolis yang sarat makna sosial dan kultural bagi Jawa Timur. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung dan mengapresiasi talenta lokal yang berprestasi, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya provinsi. Analis memprediksi bahwa dengan popularitas yang diraihnya dan dukungan kuat dari daerah asalnya, Valen diproyeksikan menjadi salah satu figur penting dalam regenerasi musik dangdut Indonesia ke depan, bahkan berpotensi untuk "go global" sebagaimana diungkapkan Gubernur Khofifah. Hal ini tidak hanya membuka peluang karier bagi Valen, tetapi juga menempatkan Jawa Timur sebagai kancah lahirnya talenta-talenta berkaliber nasional dan internasional.