Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Suhu Dingin Ekstrem Landa Cianjur: Ini Peringatan dan Tips Selamat dari BPBD

2026-01-15 | 22:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T15:15:55Z
Ruang Iklan

Suhu Dingin Ekstrem Landa Cianjur: Ini Peringatan dan Tips Selamat dari BPBD

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius mengenai potensi suhu dingin ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Cianjur. Penurunan suhu yang mencapai 19 derajat Celsius ini, diperkirakan akan berlanjut selama beberapa hari ke depan, memicu kekhawatiran akan dampak kesehatan dan potensi bencana hidrometeorologi lainnya.

Sekretaris BPBD Cianjur, Asep Sudrajat, mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan pakaian tebal guna menjaga kehangatan tubuh. Peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengindikasikan bahwa suhu dingin ekstrem telah berlangsung sejak satu pekan terakhir. Berdasarkan informasi BMKG, penurunan suhu ini terjadi karena wilayah Cianjur masih dalam periode musim hujan. Air hujan yang jatuh dari lapisan atmosfer atas membawa suhu dingin ke permukaan, menyebabkan proses penguapan yang menyerap panas dari permukaan bumi, sehingga udara terasa lebih dingin.

Selain ancaman suhu dingin, cuaca ekstrem yang menyertai juga berpotensi memicu bencana alam lain seperti tanah longsor, banjir, dan pohon tumbang. BPBD Cianjur secara khusus menyoroti beberapa wilayah yang sangat rawan, terutama di Cianjur selatan, seperti Kecamatan Cidaun, Singangbarang, Agrabinta, dan Campaka, yang sering dilanda longsor dan pergeseran tanah saat hujan deras. Jalur utama seperti kawasan Puncak-Cipanas, Jalan Raya Bandung-Cianjur, dan area kota Cianjur juga diwaspadai karena rawan pohon tumbang akibat angin kencang yang menyertai hujan.

Ancaman kesehatan serius seperti hipotermia menjadi kekhawatiran utama di tengah kondisi suhu rendah ini. Hipotermia adalah kondisi ketika suhu tubuh menurun drastis di bawah 35 derajat Celsius, jauh di bawah suhu normal manusia yang berkisar 36-37 derajat Celsius. Paparan suhu dingin ekstrem yang berkepanjangan dapat membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat dari kemampuannya untuk memproduksi, menyebabkan organ vital seperti jantung dan otak tidak berfungsi optimal, dan dalam kasus parah dapat berakibat fatal. Kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak memiliki risiko lebih tinggi terhadap kondisi ini.

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Pemerintah Kabupaten Cianjur telah menetapkan status darurat bencana hingga April 2026. BPBD Cianjur telah menyiagakan puluhan petugas dan 360 relawan, dilengkapi dengan kendaraan evakuasi, untuk penanganan cepat jika terjadi bencana. Koordinasi dengan dinas terkait juga dilakukan untuk menyiagakan alat berat di jalur-jalur rawan. Upaya mitigasi partisipatif bersama Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Cianjur dan Pemerintah Desa Cidadap juga telah diselenggarakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan longsor dan banjir, mengingatkan pentingnya peran warga dalam deteksi dini potensi bencana. Kesiapsiagaan bukan hanya berarti takut, melainkan memahami langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi kondisi darurat. Fenomena suhu dingin di Cianjur, yang seringkali dikaitkan dengan pergerakan monsun dingin Australia pada musim kemarau di tahun-tahun sebelumnya, kini memerlukan kewaspadaan lebih karena terjadi di tengah periode musim hujan yang juga membawa risiko hidrometeorologi lainnya.