:strip_icc()/kly-media-production/medias/3292202/original/009672500_1604991193-20201110-Lama-Rusak_-Lift-JPO-Sarinah-Dibiarkan-Terbengkalai-3.jpg)
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sarinah di Jakarta Pusat, sebuah langkah yang ditugaskan kepada PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), dengan klaim mengembalikan nilai sejarahnya sebagai JPO pertama di Indonesia. Revitalisasi ini memprioritaskan aksesibilitas inklusif dengan penyediaan lift untuk disabilitas, lansia, dan ibu hamil, sekaligus mengintegrasikannya dengan moda transportasi publik. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat, 9 Januari 2026, menyatakan bahwa pembangunan ini krusial untuk kaum disabilitas menyeberang jalan dengan aman di kawasan Sarinah yang padat lalu lintas.
JPO Sarinah yang asli, awalnya bernama Jembatan Kartini, dibangun pada 21 April 1968, di era Gubernur Ali Sadikin, dan merupakan JPO pertama di Jakarta, bahkan di Indonesia. JPO ini memiliki panjang 15 meter dan tinggi 8 meter, dengan bentuk menyerupai huruf H, dan terhubung langsung ke lantai 2 Gedung Sarinah serta pernah memiliki jembatan layang (skybridge) ke Djakarta Theater. Pada tahun 2022, JPO Sarinah dibongkar di bawah pemerintahan Gubernur Anies Baswedan, dengan alasan estetika kota agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang dan gedung-gedung bersejarah tidak terhalang. Sebagai gantinya, saat itu diterapkan pelican crossing yang dianggap lebih inklusif.
Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menjelaskan bahwa revitalisasi ini bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan upaya menghidupkan kembali ikon lama Jakarta yang sarat sejarah. Namun, rencana pembangunan kembali ini menuai pro dan kontra di masyarakat, khususnya dari Koalisi Pejalan Kaki yang mengkritik inkonsistensi tata ruang kota dan potensi pemborosan anggaran. Kelompok ini berpendapat bahwa pelican crossing sudah cukup memadai dan lebih mengusung konsep kesetaraan di permukaan jalan.
Menanggapi kritik tersebut, Gubernur Pramono Anung menegaskan bahwa pelican crossing di kawasan Sarinah tidak akan ditutup. JPO baru akan berfungsi sebagai opsi tambahan, memberikan pilihan bagi pejalan kaki untuk menyeberang baik melalui JPO maupun di permukaan jalan. Konsep desain JPO yang baru diusung sebagai modern dan ramah semua kalangan, bahkan berpotensi menjadi ikon baru Jakarta. Hingga saat ini, detail rencana dan anggaran proyek JPO Sarinah belum dirinci secara publik oleh pemerintah daerah. Namun, proyek pembangunan kembali ini didukung oleh sebagian warga yang berharap JPO baru dapat meningkatkan keselamatan pejalan kaki di area padat dan menjadi ikon kota yang modern.