Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

PSI Bidik Jateng Jadi Basis Utama Politik, Hasto: Pemilu Belum Waktunya

2026-01-10 | 23:15 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T16:15:16Z
Ruang Iklan

PSI Bidik Jateng Jadi Basis Utama Politik, Hasto: Pemilu Belum Waktunya

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melalui Ketua Umum Kaesang Pangarep menyatakan ambisi mengubah Jawa Tengah, yang secara historis dikenal sebagai basis kuat PDI Perjuangan atau "kandang banteng", menjadi "kandang gajah" pada Pemilu 2029. Pernyataan ini dilontarkan Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jawa Tengah di Solo pada Kamis, 8 Januari 2025. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto merespons santai pada Sabtu, 10 Januari 2026, menegaskan bahwa kontestasi pemilu masih panjang dan kedaulatan sepenuhnya berada di tangan rakyat.

Jawa Tengah telah lama menjadi lumbung suara bagi PDI Perjuangan, sebuah dominasi yang terus terlihat dalam Pemilu Legislatif 2024 di mana PDI Perjuangan berhasil meraih 5.270.261 suara, menempatkannya sebagai partai dengan perolehan suara terbanyak untuk DPRD Provinsi Jawa Tengah. Pada pemilihan legislatif provinsi yang sama, PSI hanya mendapatkan 478.063 suara, atau sekitar 2,61 persen, yang mengamankan 2 kursi di DPRD Provinsi Jawa Tengah. Namun, Kaesang Pangarep menyoroti peningkatan signifikan perolehan kursi PSI di Kota Solo dari satu menjadi lima pada Pemilu 2024, serta keberadaan kader PSI sebagai Wakil Wali Kota Solo, sebagai indikasi potensi pertumbuhan. Ia menargetkan peningkatan kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah dari 12 kursi (klaim PSI) menjadi 17 kursi pada Pemilu 2029, serta minimal 100 fraksi di tingkat kabupaten/kota.

Ambisi PSI tersebut, yang diwujudkan dengan logo baru bergambar gajah, berupaya menembus benteng ideologis PDI Perjuangan yang kuat di Jawa Tengah. Peneliti Senior dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lili Romli, menilai bahwa terpilihnya Kaesang sebagai Ketua Umum PSI dan dukungan terbuka dari Presiden Joko Widodo berpotensi meningkatkan suara PSI di Jawa Tengah, khususnya melalui mesin politik partai dan dukungan kepala daerah. Namun, Lili juga menyoroti kuatnya faktor ideologis PDI Perjuangan di wilayah tersebut, terutama di kalangan pemilih yang lebih tua yang identik dengan Soekarnoisme, yang dapat menjadi tantangan besar bagi PSI. Analis politik lainnya seperti M Qodari juga melihat peluang besar bagi Kaesang di Pilkada Jawa Tengah.

Di sisi lain, PDI Perjuangan tidak menunjukkan kegelisahan berarti. Selain pernyataan Hasto yang menekankan waktu pemilu masih jauh dan fokus pada konsolidasi internal, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa dinamika perebutan suara di "kandang banteng" selalu ada. Andreas bahkan mengungkit kemenangan PDI Perjuangan di Jawa Tengah pada Pileg 2024, meskipun menghadapi "satu keluarga yang berdiri dengan segala kekuasaan", sebuah sindiran yang kerap dikaitkan dengan keluarga Presiden Jokowi. PDI Perjuangan saat ini memilih untuk fokus pada pembenahan internal partai dan membantu masyarakat dalam menghadapi kesulitan seperti bencana. Konsolidasi organisasi hingga tingkat akar rumput menjadi prioritas PDI Perjuangan menjelang Pemilu 2029, termasuk penerbitan instruksi keras melarang kader korupsi guna menjaga marwah partai.

Situasi ini menandai dimulainya persaingan politik yang lebih intensif di Jawa Tengah menjelang Pemilu 2029. Potensi pergeseran dukungan, terutama dengan masuknya generasi pemilih muda yang mungkin tidak terikat kuat pada ideologi partai tradisional, dapat menjadi celah bagi PSI. Namun, PDI Perjuangan dengan struktur dan basis massa yang mengakar, serta pengalaman panjang dalam menjaga dominasinya, diperkirakan akan melancarkan perlawanan politik yang terstruktur. Pertarungan antara "banteng" yang ideologis dan "gajah" yang mengandalkan figur personal Presiden Jokowi serta isu-isu kaum muda, diprediksi akan menjadi salah satu dinamika paling menarik dalam peta politik nasional ke depan.