Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pramono Desak Bank Jakarta Profesional dan Anti-Kompromi Pasca Peluncuran Kartu Debit Visa

2026-01-06 | 07:04 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-06T00:04:39Z
Ruang Iklan

Pramono Desak Bank Jakarta Profesional dan Anti-Kompromi Pasca Peluncuran Kartu Debit Visa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Senin, 5 Januari 2026, secara resmi meluncurkan Kartu Debit Visa Bank Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan. Langkah ini menandai babak baru bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD) DKI Jakarta dalam memperluas jangkauan layanan global sekaligus menjadi katalisator bagi transformasi bank menuju entitas yang lebih profesional dan responsif terhadap tuntutan pasar. Dalam sambutannya, Pramono secara tegas menyerukan agar Bank Jakarta tidak berpuas diri, melainkan terus bergerak maju dengan mengedepankan profesionalisme dan menghindari mentalitas "bobo" atau lengah, terutama melalui rencana penawaran umum perdana (IPO).

Pramono Anung menekankan bahwa peluncuran kartu debit Visa yang kini dapat digunakan di lebih dari 200 negara dan jutaan merchant secara global, adalah indikator pengelolaan Bank Jakarta yang semakin profesional. Ia menegaskan pentingnya akuntabilitas dan kepercayaan publik, yang menurutnya akan dicapai secara optimal melalui mekanisme IPO. "Dengan diawasi oleh publik, maka Bank Jakarta akan menjadi semakin baik dan tidak lagi bergantung pada orang-orang tertentu, baik gubernur maupun wakil gubernur atau jajaran yang bisa melakukan intervensi," ujar Pramono, mendorong transparansi dan tata kelola yang kuat.

Kartu Debit Visa Bank Jakarta ini dirancang untuk memberikan kemudahan transaksi yang aman dan nyaman bagi beragam segmen nasabah, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), profesional, serta seluruh warga Jakarta. Kemampuan kartu untuk terhubung dengan jaringan pembayaran global diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan transaksi lintas batas dan memperkuat ekosistem keuangan Jakarta yang inklusif dan berkelanjutan.

Inisiatif digitalisasi telah menjadi fokus utama Bank Jakarta dalam beberapa tahun terakhir. Bank ini secara konsisten mengembangkan aplikasi JakOne Mobile sebagai super apps dengan beragam fitur seperti pembukaan rekening online, pembayaran tagihan, transaksi QRIS, hingga tarik tunai tanpa kartu. Selain itu, Bank Jakarta juga mendukung UMKM melalui layanan JakOne Abank yang berbasis Mobile Point of Sale (MPOS) dan turut memperkenalkan Jakarta Tourist Pass untuk kemudahan wisatawan. Transformasi ini sejalan dengan budaya perusahaan EPICC (Excellent, Professional, Integrity, Customer Focused, and Collaborative) yang diusung Bank DKI untuk menanamkan kualitas, kepercayaan, dan keunggulan dalam setiap tindakan.

Menanggapi arahan Gubernur, Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo menyatakan bahwa bank tersebut menargetkan IPO pada awal tahun 2027, meskipun sempat mundur dari target sebelumnya pada 2026. Persiapan menuju IPO melibatkan perbaikan fundamental internal perusahaan dan penunjukan konsultan profesional untuk mendampingi proses transisi menjadi perusahaan publik. Bank Jakarta mengincar dana sekitar Rp 3 triliun dari penawaran saham perdana tersebut. Pramono juga mendorong integrasi sistem transportasi publik di Jakarta dengan layanan Bank Jakarta, yang diyakininya akan menciptakan basis data yang sangat kuat dan menjadi aset penting bagi pengembangan bank di masa depan. Dorongan ini menegaskan komitmen Pemprov DKI Jakarta untuk menjadikan Bank Jakarta sebagai pilar utama dalam modernisasi ekonomi ibu kota, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui layanan yang profesional dan adaptif.