Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pramono Anung di Natal JI-Expo: Keluarga Adalah Pilar Utama Bangsa

2026-01-10 | 03:50 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T20:50:02Z
Ruang Iklan

Pramono Anung di Natal JI-Expo: Keluarga Adalah Pilar Utama Bangsa

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Jumat, 9 Januari 2026, menegaskan kembali peran sentral keluarga sebagai fondasi bangsa saat menghadiri puncak perayaan Natal Jakarta 2025 di Jakarta International Expo (JI-Expo) Kemayoran. Di hadapan sekitar 14.000 jemaat yang memadati acara bertema "Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga", Pramono menyoroti bahwa karakter warga dan wajah sebuah kota terbentuk dari unit terkecil masyarakat ini. Pesan tersebut disampaikan sebagai bagian dari rangkaian Perayaan Natal Pemprov DKI Jakarta 2025 yang dimulai dengan Christmas Carol Colossal pada 11 Desember 2025.

Pernyataan Pramono menggarisbawahi urgensi penguatan institusi keluarga di tengah dinamika sosial dan pembangunan nasional. Menurut Pramono, keluarga adalah ruang pertama tempat cinta, kasih sayang, kedamaian, dan iman ditumbuhkan. Ia lebih lanjut menguraikan bahwa keluarga bukan sekadar unit sosial, melainkan inti dari persaudaraan dalam kehidupan kota yang beragam seperti Jakarta, memegang peran penting dalam merawat nilai dan hormat.

Dalam konteks kebijakan nasional, penguatan ketahanan keluarga telah lama menjadi prioritas pemerintah, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga. Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023 menunjukkan bahwa indeks ketahanan keluarga di Indonesia masih menghadapi beragam tantangan, terutama di perkotaan yang rentan terhadap disrupsi sosial, ekonomi, dan digital. Isu seperti perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, dan kurangnya waktu berkualitas antaranggota keluarga menjadi sorotan yang dapat mengikis fondasi kebangsaan.

Imbauan Pramono Anung, seorang pejabat publik di jantung ibu kota, bukan sekadar seremonial Natal, melainkan refleksi terhadap kebutuhan mendesak akan revitalisasi fungsi keluarga. Dengan dihadiri oleh aparatur sipil negara, pegawai BUMN, dan masyarakat umum, pesan ini memiliki implikasi luas bagi pembentukan karakter kolektif warga Jakarta yang majemuk. Penguatan nilai-nilai keluarga diyakini akan secara paralel menopang kohesi sosial dan toleransi antarumat beragama, seperti yang disimbolkan oleh perayaan Natal yang damai dan meriah ini. Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan yang menempatkan manusia sebagai pusatnya, dengan keluarga sebagai pilar utama untuk menciptakan masyarakat yang berintegritas dan berdaya saing.