:strip_icc()/kly-media-production/medias/2402782/original/073499800_1541610817-AWAN_HUJAN_2-Muhamad_Ridlo.jpg)
Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan bahwa wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada Rabu, 7 Januari 2026, akan didominasi awan tebal hingga diguyur hujan dengan intensitas bervariasi. Sebagian besar wilayah DKI Jakarta diperkirakan berawan, dengan potensi hujan ringan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur pada pagi hingga sore hari. Sementara itu, Bogor diprediksi mengalami intensitas hujan tertinggi, dengan Kabupaten Bogor berpotensi diguyur hujan lebat dan Kota Bogor hujan sedang. Depok diperkirakan akan mengalami hujan sedang sepanjang hari, dan Tangerang juga berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat. Kondisi lembap diperkirakan bertahan sejak pagi hingga malam hari di Depok.
Puncak musim hujan di Indonesia, termasuk Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, diprediksi BMKG terjadi pada Januari 2026. Fenomena ini didorong oleh dinamika atmosfer aktif, termasuk kondisi La Niña lemah, seruakan udara dingin dari Asia, dan aktivitas gelombang ekuator yang mendukung pertumbuhan awan konvektif. Curah hujan rata-rata di Jakarta pada Januari dapat mencapai 290 hingga 350 milimeter per bulan, dengan kemungkinan hari hujan mencapai 22,6 hari. Kondisi ini secara historis seringkali memicu banjir, mengingat Jakarta merupakan dataran rendah dengan ketinggian rata-rata 8 meter di atas permukaan laut dan dilalui 13 sungai.
Menanggapi potensi cuaca ekstrem ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memperkuat langkah mitigasi. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya tindakan preventif. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan total 560 pompa stasioner di 191 lokasi prioritas dan 627 pompa mobile yang siap dikerahkan di lima wilayah administrasi untuk penanganan genangan yang lebih cepat. Pengerukan 1.803 titik sungai dan waduk dengan volume lebih dari 721 ribu meter kubik juga telah dilakukan untuk meningkatkan kapasitas tampung air. Selain itu, Pemprov DKI juga membuka peluang untuk terus melanjutkan modifikasi cuaca jika kondisi di langit Jakarta menunjukkan eskalasi yang mengkhawatirkan.
BMKG sendiri telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Rabu, 7 Januari 2026, dengan status waspada hujan sedang hingga lebat untuk DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan air, jalan licin, serta risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor. Kesiapsiagaan masyarakat dalam memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan pemerintah daerah menjadi krusial untuk meminimalisasi dampak yang ditimbulkan.