Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Prabowo Menggemparkan Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru Kalsel, Siswa Beri Sambutan Meriah

2026-01-12 | 15:55 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-12T08:55:40Z
Ruang Iklan

Prabowo Menggemparkan Sekolah Rakyat 9 Banjarbaru Kalsel, Siswa Beri Sambutan Meriah

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Rakyat Terpadu 9 Banjarbaru di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026), disambut antusiasme para siswa yang mengenakan seragam taruna dan meneriakkan yel-yel penyemangat. Kunjungan ini tidak hanya meninjau fasilitas belajar, namun juga menegaskan komitmen pemerintah terhadap program Sekolah Rakyat sebagai instrumen vital dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas.

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf, meninjau langsung kegiatan belajar mengajar, termasuk ruang kelas yang telah dilengkapi fasilitas digital seperti laptop dan sistem manajemen pembelajaran. Ia berinteraksi langsung dengan para siswa, bahkan merapikan dasi dan topi beberapa di antaranya, serta menanyakan kegembiraan mereka bersekolah di sana. Para siswa menyambutnya dengan nyanyian berisi ucapan terima kasih dan janji untuk giat belajar demi meneruskan perjuangan mulia. Peninjauan juga mencakup ruang komputer, perpustakaan, laboratorium IPA, hingga menyaksikan penampilan bakat siswa di teater mini.

Kehadiran Presiden di Banjarbaru tidak sekadar seremoni. Ini merupakan bagian dari peluncuran dan peresmian 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia, dengan tujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan. Program Sekolah Rakyat dirancang sebagai sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera, dari jenjang SD hingga SMA, dengan target pembukaan hingga 500 titik pada tahun 2029 dan daya tampung mencapai 500 ribu siswa. Program ini juga mengintegrasikan inisiatif prioritas lain seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk memastikan tumbuh kembang anak yang optimal.

Visi pendidikan yang diusung Presiden Prabowo menekankan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Ini merupakan respons terhadap tantangan signifikan dalam sistem pendidikan nasional. Data menunjukkan bahwa hampir 61 ribu anak di Kalimantan Selatan, termasuk 10.542 anak di Kabupaten Banjar, tidak bersekolah per Juli 2025, baik karena putus sekolah, tidak melanjutkan, maupun belum pernah bersekolah. Angka ini menyoroti masih adanya ketimpangan akses pendidikan di wilayah tersebut.

Kondisi infrastruktur pendidikan di Kalimantan Selatan juga menghadapi kendala serius. Bencana banjir yang melanda provinsi ini pada Januari 2026 telah merusak 926 sekolah dari berbagai jenjang, meliputi 372 PAUD, 421 SD, 83 SMP, dan 50 SMA/SMK. Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada fisik bangunan, tetapi juga pada fasilitas belajar siswa, dengan sekitar 700 siswa SMA/SMK kehilangan perlengkapan sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, menyatakan revitalisasi sekolah terdampak banjir akan menjadi prioritas anggaran tahun 2026, dengan koordinasi intensif bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Program Sekolah Rakyat dan kunjungan langsung Presiden ke Banjarbaru dapat dilihat sebagai upaya konkrit dalam mengatasi tantangan geografis, ekonomi, dan infrastruktur yang selama ini menghambat pemerataan pendidikan di Indonesia. Dengan fokus pada penyediaan fasilitas yang layak, teknologi digital, serta dukungan gizi dan kesehatan, inisiatif ini berpotensi memberikan dampak jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan, terutama di daerah-daerah yang secara historis tertinggal dalam akses pendidikan.