:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469054/original/042550400_1768047915-Mayat_tanpa_identitas_ditemukan_di_sungai_Sukabumi.jpg)
Polisi Resor Sukabumi secara resmi meluruskan informasi simpang siur terkait penemuan sesosok mayat tanpa identitas di aliran Sungai Curug Darismin, Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, yang sempat disebut tanpa kepala. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Sukabumi AKP Hartono pada Sabtu, 10 Januari 2026, menegaskan bahwa jasad yang ditemukan pada Kamis malam, 8 Januari 2026, dalam kondisi utuh dengan bagian kepala masih menempel, meskipun mengalami kerusakan parah akibat pembusukan alami dan faktor lingkungan di lokasi kejadian. Penegasan ini membantah laporan awal yang menyebutkan mayat ditemukan tanpa kepala dan tanpa busana, yang sempat menggegerkan warga setempat.
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan oleh dua warga lokal, Saepul Rohman (43) dan Ikoh (52), yang sedang mencari ikan dengan metode "ngobor" atau menggunakan senter di sekitar Sungai Curug Darismin sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka terkejut menemukan objek mencurigakan yang setelah didekati adalah jasad manusia dalam posisi telungkup dan sudah tidak utuh. Kapolsek Ciracap AKP Taufick Hadian membenarkan penemuan tersebut dan menyatakan bahwa kondisi jenazah sudah sangat mengenaskan, dengan sebagian daging terkelupas dan diperkirakan telah meninggal dunia sekitar 10 hari sebelum ditemukan. Kerusakan pada tubuh diduga kuat akibat lama terendam air dan benturan bebatuan di sungai.
Pasca-evakuasi oleh Polsek Ciracap dan tim medis Puskesmas Ciracap, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara TK II Setukpa Polri di Kota Sukabumi untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan. AKP Hartono menjelaskan bahwa kesalahpahaman awal mengenai kondisi kepala korban yang "hilang" kemungkinan besar disebabkan oleh posisi jasad yang telungkup dan minimnya pencahayaan saat penemuan di malam hari, sehingga detail kerusakan sulit terlihat jelas. "Terkait kemarin temuan tidak ada kepala, ya sudah jelas bahwa jasad ini utuh ada kepalanya. Tinggal hanya kerusakan di bagian tengkorak, tapi nanti dokter forensik lah yang akan menunjukkan," ujar Hartono.
Penyelidikan mendalam saat ini tengah berlangsung, dengan fokus pada penentuan penyebab pasti kematian dan identifikasi korban. Polisi memilih untuk tidak berspekulasi mengenai kemungkinan adanya unsur pidana dalam peristiwa ini hingga hasil autopsi resmi keluar. Proses identifikasi menjadi tantangan tersendiri mengingat kondisi jasad yang sudah rusak parah, yang mempersulit penentuan jenis kelamin dan ciri-ciri fisik secara visual. Kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rentang waktu satu hingga dua minggu terakhir untuk segera melapor ke kantor polisi guna mempermudah proses pencocokan data dan identifikasi. Setelah proses autopsi selesai, jenazah rencananya akan dimakamkan di wilayah Desa Purwasedar. Kasus ini menggarisbawahi kompleksitas penyelidikan forensik dan urgensi data spesifik dalam mengungkap misteri di balik penemuan mayat tanpa identitas, sekaligus menekankan pentingnya informasi akurat dari pihak berwenang untuk mencegah spekulasi yang tidak berdasar.