Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Hujan Merata Perparah Kemacetan Jakarta Malam Ini

2026-01-21 | 08:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-21T01:10:45Z
Ruang Iklan

Hujan Merata Perparah Kemacetan Jakarta Malam Ini

Kemacetan parah yang melumpuhkan sebagian besar ruas jalan utama Jakarta malam ini semakin diperparah oleh hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak petang, memperlambat pergerakan kendaraan dan memicu penumpukan di berbagai titik krusial. Sistem drainase kota yang seringkali kewalahan serta volume kendaraan yang tinggi telah mengubah malam Rabu ini menjadi salah satu malam terburuk bagi pengguna jalan, dengan waktu tempuh yang membengkak hingga tiga kali lipat dari kondisi normal.

Kondisi ini bukan fenomena baru bagi Jakarta, kota metropolitan dengan tingkat kepadatan penduduk yang ekstrem. Studi dari TomTom Traffic Index pada tahun-tahun sebelumnya secara konsisten menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota termacet di dunia, dengan rata-rata kecepatan kendaraan yang sangat rendah, terutama selama jam sibuk dan saat cuaca buruk. Hujan deras, yang menjadi ciri khas musim penghujan di Indonesia, secara rutin mengekspos kerentanan infrastruktur kota. Banjir rob dan genangan air kerap mengganggu jalur transportasi vital, termasuk di jalan protokol seperti Jalan Sudirman-Thamrin, MT Haryono, dan Gatot Subroto, serta akses menuju gerbang tol, menyebabkan antrean panjang yang tidak terhindarkan.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan (Dishub) dan berbagai instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), secara rutin menyiagakan personel dan peralatan untuk mengurai kemacetan dan menangani genangan air. Namun, skala masalah yang berulang setiap musim hujan menunjukkan bahwa upaya mitigasi yang ada belum sepenuhnya efektif menanggulangi dampak akumulatif dari pertumbuhan kota dan perubahan iklim. Pejabat Dishub DKI Jakarta seringkali mengimbau masyarakat untuk menggunakan transportasi publik atau menunda perjalanan saat hujan deras, sebuah rekomendasi yang sulit diterapkan mengingat keterbatasan aksesibilitas dan kapasitas transportasi umum di beberapa area.

Ahli tata kota dan transportasi menyoroti bahwa akar masalah kemacetan Jakarta saat hujan tidak hanya terletak pada kapasitas jalan atau drainase, tetapi juga pada perencanaan kota yang belum terintegrasi secara komprehensif. Pembangunan yang masif, seringkali mengabaikan daerah resapan air, telah mempercepat laju air permukaan dan membebani sistem drainase yang sudah tua. Urbanisasi yang tidak terkendali juga terus meningkatkan jumlah kendaraan pribadi, sementara pengembangan jaringan transportasi publik massal, meskipun berjalan, belum mampu mengimbangi laju pertambahan kendaraan.

Implikasi dari kemacetan parah yang diperburuk oleh hujan ini melampaui kerugian waktu pribadi. Kerugian ekonomi akibat kemacetan di Jakarta diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah per tahun, meliputi pemborosan bahan bakar, penurunan produktivitas kerja, dan dampak negatif terhadap sektor logistik. Secara jangka panjang, masalah ini juga berkontribusi pada penurunan kualitas udara, stres pada penduduk, dan hambatan bagi daya saing ekonomi kota. Tanpa pendekatan multi-sektoral yang radikal, melibatkan peningkatan kapasitas drainase, percepatan pengembangan dan integrasi transportasi publik, penegakan regulasi tata ruang yang ketat, serta edukasi publik, Jakarta akan terus berjuang di bawah bayang-bayang hujan dan kemacetan yang melumpuhkan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri telah memprediksi bahwa intensitas hujan tinggi akan terus terjadi di wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga beberapa bulan ke depan, menandakan bahwa tantangan serupa akan terus menjadi realitas pahit bagi warga ibu kota.