Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mahasiswi Depok Tewas di Teras Kos Usai Muntah Darah, Apa Penyebabnya?

2026-01-14 | 22:41 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T15:41:15Z
Ruang Iklan

Mahasiswi Depok Tewas di Teras Kos Usai Muntah Darah, Apa Penyebabnya?

Seorang mahasiswi Universitas Nasional (Unas) berinisial IP (22) ditemukan tewas tergeletak di teras kosnya di Pangkalan Jati, Cinere, Depok, pada Rabu, 14 Januari 2026, setelah sempat muntah darah. Insiden tragis ini terungkap sekitar pukul 16.15 WIB ketika saksi berinisial SN mendengar panggilan minta tolong dari korban. Saat pintu dibuka, SN mendapati IP sudah dalam kondisi duduk di teras dengan bercak dan muntahan darah di mulut serta lantai, sebelum akhirnya tergeletak tak bernyawa.

Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh menjelaskan bahwa tim identifikasi (Inafis) Polres Metro Depok dan dokter UPT Cinere telah tiba di lokasi kejadian pada pukul 17.00 WIB. Dari pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban dan menduga IP meninggal dunia karena sakit. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematiannya. Pihak keluarga berencana membawa jenazah IP, yang diketahui berasal dari Toraja, ke kampung halaman setelah proses pemeriksaan selesai.

IP dilaporkan tinggal sendiri di kos tersebut selama sekitar satu tahun dan pada saat kejadian sedang mengikuti kuliah daring. Penjaga kos, Parman, juga mengkonfirmasi bahwa korban sempat batuk-batuk sebelum muntah darah dan meminta pertolongan. Kasus ini menyoroti kerentanan mahasiswa yang hidup mandiri, jauh dari keluarga, dalam menghadapi masalah kesehatan mendadak. Mahasiswa perantauan sering kali menghadapi berbagai tantangan, termasuk adaptasi lingkungan, tekanan akademik, masalah keuangan, serta potensi kesepian, yang dapat berdampak pada kesehatan fisik dan mental mereka. Kondisi ini kadang membuat mereka kesulitan mencari bantuan segera saat mengalami masalah kesehatan serius.

Meskipun dugaan awal mengarah pada kondisi medis, hasil autopsi di RS Polri Kramat Jati akan menjadi penentu krusial untuk mengonfirmasi penyebab kematian IP secara definitif. Insiden ini diharapkan dapat mendorong diskusi lebih lanjut mengenai mekanisme dukungan dan pengawasan kesejahteraan mahasiswa yang tinggal di luar kampus, serta pentingnya kesadaran akan kondisi kesehatan yang mungkin tidak terdeteksi pada individu muda yang hidup mandiri. Perlindungan dan sistem respons darurat yang efektif menjadi esensial untuk memitigasi risiko serupa di masa mendatang.