Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Longsor Dahsyat Landa Wisata Religi Sunan Muria Kudus, Dua Mobil Terjun ke Jurang

2026-01-10 | 07:01 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T00:01:33Z
Ruang Iklan

Longsor Dahsyat Landa Wisata Religi Sunan Muria Kudus, Dua Mobil Terjun ke Jurang

Sebuah jembatan utama yang menjadi akses vital menuju Kawasan Wisata Religi Makam Sunan Muria di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, ambruk pada Jumat malam, 9 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB, setelah diguyur hujan deras berintensitas tinggi sepanjang hari. Insiden ini mengakibatkan dua kendaraan, sebuah mobil Suzuki Ertiga dan truk tangki Isuzu Elf, terperosok ke dalam jurang sedalam sekitar 15 hingga 30 meter. Meskipun terjadi kerusakan infrastruktur yang signifikan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini; pengemudi dan penumpang kedua kendaraan dilaporkan hanya mengalami luka ringan dan telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.

Kapolsek Dawe, AKP Budianto, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan yang sangat lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah pegunungan Muria sejak pagi hari. Kondisi ini menyebabkan tanah di sekitar tebing jalan menjadi labil dan tergerus air, hingga akhirnya jembatan tidak mampu menahan beban dan ambruk. Camat Dawe, Dian Noor Tamzis, mengonfirmasi bahwa talud penyangga jalan di sisi barat portal pintu masuk Wisata Colo ambrol sepanjang kurang lebih 50 meter, memutuskan akses jalan utama bagi kendaraan roda empat.

Dampak langsung dari bencana ini adalah terputusnya akses utama menuju makam Sunan Muria, salah satu destinasi ziarah terkemuka di Jawa Tengah. Petugas gabungan dari Polsek Dawe, Satlantas Polres Kudus, BPBD, serta relawan dan warga segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas dan mengamankan area. Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo menyatakan pihaknya memastikan pengamanan lokasi berjalan maksimal dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk penanganan dampak longsor. Bus-bus peziarah yang biasanya melintas dialihkan ke jalur timur, sementara kendaraan pribadi berukuran lebih kecil masih diimbau untuk berhati-hati melintasi sisa badan jalan yang tidak terdampak atau menggunakan jalur alternatif. Upaya evakuasi kedua kendaraan yang terperosok ke jurang memerlukan alat berat seperti crane, mengingat kondisi medan yang sulit.

Kawasan lereng Pegunungan Muria, termasuk Kudus, memang dikenal memiliki topografi yang rawan bencana hidrometeorologi, terutama tanah longsor dan banjir, di mana setidaknya 50 desa diidentifikasi sebagai daerah rawan. Kejadian longsor ini bukan yang pertama kali terjadi di jalur akses wisata religi Sunan Muria, menandai kerentanan infrastruktur di daerah pegunungan yang padat pengunjung, terutama saat musim penghujan dengan intensitas tinggi. Gunung Muria juga menghadapi tantangan lingkungan serius akibat perubahan pola cuaca yang mempengaruhi ekosistemnya.

Insiden ini menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh terhadap kelayakan infrastruktur jalan dan jembatan di kawasan wisata dan permukiman lereng pegunungan. Ketergantungan ekonomi masyarakat Desa Colo pada sektor pariwisata religi menuntut langkah mitigasi bencana yang lebih proaktif dan adaptif terhadap perubahan iklim ekstrem. Peningkatan pengawasan geologis, pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, serta edukasi masyarakat dan wisatawan mengenai potensi risiko menjadi krusial untuk memastikan keselamatan dan keberlanjutan sektor pariwisata religi di Sunan Muria dalam jangka panjang.