Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Kembali Melaju: Jalur Banjir Tuntas Dinormalisasi

2026-01-19 | 12:03 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-19T05:03:25Z
Ruang Iklan

KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Kembali Melaju: Jalur Banjir Tuntas Dinormalisasi

Operasional Kereta Api (KA) Pandalungan dan Blambangan Ekspres kembali normal melalui jalur utara Jawa pada Senin, 19 Januari 2026, menyusul upaya intensif perbaikan jalur rel yang sempat terendam banjir parah di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, sejak pertengahan Januari. Langkah ini diambil setelah petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuntaskan penimbunan dan penguatan badan jalan rel dengan bebatuan, serta memastikan sistem persinyalan berfungsi optimal di petak antara Stasiun Pekalongan dan Sragi.

Banjir yang melanda Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, khususnya di Pekalongan, menjadi pemicu utama gangguan signifikan pada jalur kereta api lintas utara Jawa. Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, pada Minggu (18/1/2026), menjelaskan bahwa cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi, diperparah jebolnya tanggul dan kondisi air pasang, menyebabkan genangan di kilometer 88+900 hingga 89+100 di antara Stasiun Pekalongan dan Sragi. Ketinggian air mencapai 10 hingga 13 sentimeter di atas kepala rel, membuat jalur tidak aman untuk dilalui. Situasi ini memaksa pembatalan 82 perjalanan kereta penumpang dan memengaruhi 16 kereta barang, dengan total 76 kereta mengalami keterlambatan. Sekitar 18.000 penumpang terdampak telah mengajukan pengembalian tiket dengan total bea refund mencapai Rp3,5 miliar.

Sebelum normalisasi jalur, KA Pandalungan (relasi Jember-Gambir PP) sempat dialihkan melalui jalur selatan Jawa, sementara KA Blambangan Ekspres (relasi Ketapang-Pasarsenen) terpaksa dibatalkan pada Minggu (18/1/2026) demi alasan keselamatan. Manager Hukum dan Humas Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, memastikan bahwa kedua kereta tersebut kini telah dapat melintasi jalur utara kembali, meskipun masih diberlakukan pembatasan kecepatan di beberapa titik terdampak sebagai langkah pengamanan.

Insiden ini bukan kali pertama jalur kereta api di Jawa Tengah terganggu oleh banjir. PT KAI sendiri telah mengidentifikasi 131 titik rawan bencana banjir dan longsor di Pulau Jawa, dengan Daop 4 Semarang sebagai salah satu wilayah paling rentan. Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, pada akhir 2025, menyebutkan upaya mitigasi seperti peninggian rel di KM 2 Kaligawe, Semarang, yang setiap tahun terendam banjir, sebesar 30 sentimeter. Namun, peristiwa banjir di Pekalongan kali ini memiliki kompleksitas tersendiri, di mana jebolnya tanggul bertepatan dengan air pasang laut yang menghambat surutnya aliran air dari hulu, suatu kondisi yang disebut belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah tersebut.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, menegaskan komitmen pemerintah untuk penanganan serius gangguan operasional ini. Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) telah mengerahkan sarana KA penolong berupa lokomotif CC300 dan personel untuk mitigasi, pemantauan intensif, serta evaluasi keselamatan lintasan, sembari berkoordinasi dengan PT KAI dan pemerintah daerah. Meskipun genangan mulai surut, pembatasan kecepatan maksimal 30 km/jam tetap diterapkan di sisi hulu maupun hilir untuk menjamin keselamatan perjalanan.

Kejadian berulang seperti ini menggarisbawahi tantangan jangka panjang dalam menjaga ketahanan infrastruktur perkeretaapian di Indonesia, khususnya di wilayah dataran rendah dan pesisir utara Jawa yang rentan terhadap hidrometeorologi. Diperlukan investasi berkelanjutan pada proyek-proyek mitigasi, seperti peninggian jalur, pembangunan tanggul permanen yang lebih kokoh, serta peningkatan sistem drainase yang terintegrasi dengan tata kelola air regional. Analisis data curah hujan dan pasang laut secara komprehensif juga esensial untuk memprediksi dan merespons ancaman serupa di masa depan, demi memastikan mobilitas penumpang dan logistik tetap berjalan lancar dan aman.