Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jejak Yasid Ahmad di Bukit Mongkrang Masih Nihil: Pencarian Pendaki Hilang Masuki Hari Ketiga

2026-01-23 | 09:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-23T02:26:07Z
Ruang Iklan

Jejak Yasid Ahmad di Bukit Mongkrang Masih Nihil: Pencarian Pendaki Hilang Masuki Hari Ketiga

Yasid Ahmad Firdaus (26), seorang pendaki berpengalaman asal Karanganyar, Jawa Tengah, masih belum ditemukan hingga hari kelima pencarian setelah dilaporkan hilang di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, sejak Minggu, 18 Januari 2026. Tim SAR gabungan telah memperluas area penyisiran hingga melintasi batas provinsi ke wilayah Magetan, Jawa Timur, seiring dengan tantangan cuaca ekstrem yang menghambat operasi.

Yasid, warga Desa Gawanan, Kecamatan Colomadu, Karanganyar, dilaporkan terpisah dari tiga rekannya, Cahya, Salman, dan Riyan, saat mereka turun dari puncak Bukit Mongkrang pada Minggu sore. Keempatnya memulai pendakian sekitar pukul 06.30 WIB dan mencapai puncak sekitar pukul 08.00 WIB, namun Yasid gagal kembali ke basecamp bersama rekan-rekannya. Pihak keluarga, termasuk orang tua Yasid, Sapto Mulyono, mengungkapkan bahwa Yasid bukan pendaki pemula, bahkan telah mendaki Bukit Mongkrang lebih dari lima kali dan dikenal memiliki kondisi fisik yang prima. Sinyal GPS dari perangkat komunikasi dan jam tangan pintar milik korban saat ini tidak dapat terlacak.

Operasi pencarian besar-besaran, yang kini telah memasuki hari kelima, melibatkan sekitar 150 personel gabungan dari berbagai lembaga. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karanganyar, Hendro Prayitno, menyatakan tim SAR terdiri dari lima Search and Rescue Unit (SRU), masing-masing beranggotakan 10-12 personel, termasuk relawan dengan keahlian vertikal. Pencarian telah diperluas dari radius awal 300 meter hingga 1 kilometer dari titik terakhir korban diduga berada, menyisir jalur-jalur seperti Candi 1, Candi 2, Sangitan, Pagerdowo, dan Pos Bayangan, serta wilayah Geni Langit dan Jobolarangan-Wonomulyo di Magetan.

Koordinator SAR Operasi Pencarian Bukit Mongkrang, Yohan Tri Anggoro, menjelaskan kendala utama yang dihadapi tim adalah vegetasi ilalang yang tinggi dan cuaca ekstrem di puncak gunung, termasuk badai dan angin kencang yang dapat mencapai 45 knot. Kondisi ini secara signifikan menghambat penggunaan drone dari Kementerian Keuangan BPH Keuangan Semarang dan yang didukung Bea Cukai, serta unit K9 atau anjing pelacak, yang dikerahkan untuk memindai medan sulit. Plt. Kalaksa BPBD Magetan, Cahaya Wijaya, turut mengonfirmasi bahwa operasi penyisiran di sisi Jawa Timur melalui jalur Jobolarangan-Wonomulyo juga terhenti karena cuaca ekstrem.

Basuki, Kepala Sub Seksi Operasi Basarnas Surakarta, menyatakan pencarian direncanakan berlangsung selama tujuh hari sesuai aturan perundang-undangan, namun tidak menutup kemungkinan perpanjangan waktu bila diperlukan. Hingga Kamis sore, 22 Januari 2026, belum ada petunjuk atau barang milik Yasid yang ditemukan yang dapat menjadi jejak kuat bagi tim penyelamat. Meskipun menghadapi kondisi yang berat, keluarga Yasid menyatakan optimisme dan berterima kasih kepada pemerintah serta ratusan relawan atas bantuan pencarian putra mereka. Yohan Tri Anggoro juga menegaskan bahwa tim menerima segala informasi, termasuk dari sumber irasional, namun tetap memprioritaskan pencarian yang masuk akal di lapangan. Insiden ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan tinggi bagi para pendaki, terutama di tengah kondisi alam yang tidak dapat diprediksi di kawasan pegunungan Jawa Tengah dan sekitarnya.