Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jakarta Sambut Trofi Piala Dunia: Pramono Tegaskan Ibu Kota Pilihan Ideal Indonesia

2026-01-23 | 05:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T22:32:46Z
Ruang Iklan

Jakarta Sambut Trofi Piala Dunia: Pramono Tegaskan Ibu Kota Pilihan Ideal Indonesia

Trofi Piala Dunia FIFA tiba di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026, sebagai bagian dari rangkaian tur global menjelang Piala Dunia 2026, disambut oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyatakan penunjukan Jakarta sebagai destinasi adalah langkah tepat mengingat antusiasme masif dan potensi pasar sepak bola ibu kota. Kedatangan trofi berbalut emas 18 karat seberat 6,175 kilogram ini di Jakarta International Convention Center (JICC) Senayan menjadi kunjungan keempat bagi Indonesia, mengukuhkan kembali posisi Jakarta dalam peta sport tourism global.

Gubernur Pramono Anung menyoroti bahwa Jakarta, dengan populasi sekitar 15 juta jiwa pada jam sibuk, merepresentasikan pasar yang sangat besar dan strategis bagi merek global seperti Coca-Cola, sponsor utama tur tersebut. "Pemilihan Jakarta untuk FIFA World Cup Trophy Tour oleh Coca-Cola sangat tepat sekali. Karena market-nya besar dan Jakarta punya klub namanya Persija," ujar Pramono di JICC. Ia menambahkan, fasilitas olahraga Jakarta, termasuk Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dan Jakarta International Stadium (JIS), telah memenuhi standar internasional dan siap mendukung penyelenggaraan berbagai acara olahraga global. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pengembangan sepak bola nasional dan penyediaan fasilitas ini, berharap kunjungan trofi dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap sepak bola serta memperkuat ekosistem olahraga.

Secara historis, kunjungan trofi ini menandai keempat kalinya Indonesia menjadi tuan rumah (setelah tahun 2006, 2010, dan 2014), sebuah kontinuitas yang penting bagi negara yang tercatat sebagai wakil Asia pertama dalam Piala Dunia 1938 saat masih bernama Hindia Belanda. Pada kunjungan sebelumnya, individu terpilih seperti Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2014) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (2006) mendapat kehormatan menyentuh trofi asli tersebut. Untuk edisi 2026 ini, legenda sepak bola Brasil, Gilberto Silva, mendampingi trofi dalam perjalanannya dari Kuala Lumpur, Malaysia, ke Jakarta.

Implikasi kunjungan ini melampaui sekadar pameran simbolis. Bagi sepak bola Indonesia, kehadiran trofi ini berfungsi sebagai inspirasi dan motivasi substansial bagi pemain profesional maupun di tingkat akar rumput untuk berjuang mencapai putaran final Piala Dunia. Antusiasme publik terhadap sepak bola di Indonesia memang tinggi; survei Ipsos menunjukkan 64% masyarakat Indonesia berencana menonton Piala Dunia 2026, menempatkan Indonesia di posisi ke-12 secara global dan kedua di Asia Tenggara dalam hal antusiasme. Fokus Pramono Anung pada pengembangan sport tourism melalui event semacam ini menunjukkan visi jangka panjang Jakarta untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga partisipan aktif dalam ekosistem olahraga internasional, termasuk ambisi menjadi tuan rumah berbagai event kelas dunia.

Tur Trofi Piala Dunia FIFA 2026, yang diselenggarakan oleh FIFA dan Coca-Cola, dirancang untuk mengunjungi 30 Asosiasi Anggota FIFA melalui 75 pemberhentian selama lebih dari 150 hari, dengan tujuan jangka panjang mencapai semua 211 asosiasi anggota FIFA pada tahun 2030. Kampanye global ini tidak hanya bertujuan membangun kegembiraan menjelang turnamen di Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat, tetapi juga menegaskan peran sepak bola sebagai kekuatan penyatu global. Dengan kunjungan singkat selama satu hari di Jakarta sebelum bertolak ke Bangkok, Thailand, agenda ini menjadi momen krusial bagi Indonesia untuk memupuk harapan dan menegaskan kapasitasnya dalam kancah olahraga internasional.