:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461834/original/047381500_1767461221-Pohonn.jpeg)
Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Sudin Tamhut) Jakarta Barat secara serentak memangkas 60 pohon di delapan wilayah kecamatan pada Jumat, 3 Januari 2026, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi insiden pohon tumbang di tengah cuaca ekstrem. Kepala Sudin Tamhut Jakarta Barat, Dirja Kusuma, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan warga dan fasilitas umum, dengan fokus utama pemangkasan dilakukan di Jalan Panjang, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, berdasarkan evaluasi risiko kondisi pohon di lokasi tersebut.
Operasi pemangkasan ini mengerahkan 116 personel gabungan, terdiri dari anggota Sudin Tamhut Jakarta Barat, Bidang Jalur Dinas Tamhut DKI, serta Satuan Pelaksana (Satpel) di masing-masing kecamatan. Sebanyak 17 unit truk pengangkut dan satu unit mobil pengangkat beban (crane) turut disiagakan untuk mendukung kelancaran proses pemangkasan, khususnya untuk pohon-pohon berukuran besar. Langkah proaktif ini diambil menyusul pola cuaca yang tidak menentu dan insiden pohon tumbang yang sering terjadi. Sepanjang tahun 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat lebih dari 1.200 kasus pohon tumbang di seluruh wilayah Jakarta, dengan mayoritas kejadian berlangsung selama musim hujan, terutama di kawasan yang memiliki banyak pepohonan tua dan rawan longsor.
Analisis dari Universitas Indonesia pada tahun 2024 menunjukkan bahwa 65 persen kasus pohon tumbang disebabkan oleh akar yang tidak kuat menahan beban saat tanah basah dan angin kencang. Data BPBD DKI Jakarta juga menunjukkan bahwa sebanyak 339 pohon tumbang telah ditangani antara Januari hingga November 2024, dengan 68 di antaranya terjadi di Jakarta Barat. Insiden terbaru pada 3 Juli 2024, mencatat 12 pohon tumbang di Jakarta, termasuk Jakarta Barat, akibat hujan deras disertai angin kencang, yang menyebabkan kerusakan pada kabel PLN dan bajaj. Selain itu, pada 2 Januari 2026, sebuah longsor terjadi di Jalan H. Jafar, Kembangan, Jakarta Barat, akibat erosi bibir Kali Angke setelah hujan deras, yang mengakibatkan satu tiang listrik roboh.
Upaya pemangkasan pohon bukan hal baru bagi Sudin Tamhut Jakarta Barat. Pada Desember 2025, instansi tersebut telah memangkas 9.346 pohon untuk mencegah potensi tumbang. Sebelumnya, pada Februari 2025, sebanyak 546 pohon juga telah dipangkas. Sepanjang Januari 2023 saja, 667 pohon telah dipangkas dalam kategori ringan, sedang, dan berat di Jakarta Barat. Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) juga telah meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan penopingan atau pemangkasan pohon serentak di berbagai wilayah ibu kota sejak November 2025. Langkah ini melibatkan pemetaan risiko menggunakan pendataan spasial, inspeksi visual, serta pengukuran kondisi tajuk dan akar pohon, di mana pohon berisiko tinggi akan mendapatkan penanganan khusus seperti perawatan intensif, pengurangan massa tajuk, atau bahkan rekomendasi penggantian.
Dirja Kusuma sebelumnya juga mengindikasikan rencana penambahan personel pemangkasan pohon di setiap Satuan Pelaksana (Satpel) Kecamatan, dengan empat hingga lima personel tambahan yang diharapkan mulai beroperasi pada akhir tahun 2025. Saat ini, Sudin Tamhut Jakarta Barat memiliki 12 tim pemangkasan dengan total sekitar 80 personel. Peningkatan kapasitas ini bertujuan untuk merespons laporan masyarakat yang dapat disampaikan melalui petugas di kelurahan dan kecamatan atau aplikasi JAKI. Inisiatif berkelanjutan ini menggarisbawahi tantangan Jakarta dalam menjaga keseimbangan antara penghijauan kota dan mitigasi risiko bencana alam yang diperparah oleh perubahan iklim, memerlukan investasi berkelanjutan dalam infrastruktur hijau dan kesiapan sumber daya manusia.