Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Jakarta Hujan Hari Ini: Prakiraan Cuaca Terkini Kota-Kota Besar

2026-01-16 | 09:38 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-16T02:38:12Z
Ruang Iklan

Jakarta Hujan Hari Ini: Prakiraan Cuaca Terkini Kota-Kota Besar

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan seluruh wilayah DKI Jakarta hari ini, Jumat 16 Januari 2026, akan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, berpotensi hujan lebat di sebagian wilayah selatan dan timur Ibu Kota. Kondisi ini dipicu oleh perpaduan Monsun Asia yang mencapai puncaknya serta pengaruh fenomena La Niña, meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Prakiraan cuaca BMKG menunjukkan Jakarta Pusat akan mengalami hujan ringan dengan suhu berkisar 24-28 derajat Celsius dan kelembapan tinggi antara 72-91%, yang berpotensi memicu hujan pada pagi dan malam hari. Sementara itu, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan diperkirakan akan dilanda hujan sedang, dengan Kepulauan Seribu juga berpotensi hujan ringan. BMKG bahkan telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Jakarta, menempatkan Ibu Kota dalam status Siaga, menandakan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.

Situasi cuaca ekstrem ini bukan fenomena tunggal, melainkan akumulasi dari beberapa dinamika atmosfer global dan regional yang saling memperkuat. Januari 2026 menandai puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia. Monsun Asia, yang bertiup dari benua Asia membawa massa uap air dalam jumlah besar, mencapai aktivitas maksimalnya, terkonsentrasi di atas pulau-pulau besar seperti Sumatra dan Jawa. Bersamaan dengan itu, fenomena La Niña, meskipun dalam kategori lemah hingga moderat, masih bertahan dan diproyeksikan hingga Maret 2026. La Niña menyebabkan suhu permukaan laut di wilayah Indonesia tetap hangat, mendorong penguapan yang lebih intensif, dan ketika berinteraksi dengan Monsun Asia, dapat meningkatkan risiko curah hujan ekstrem hingga 40% di atas normal. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebelumnya telah menyatakan bahwa meskipun La Niña lemah, curah hujan tinggi tetap perlu diwaspadai. Selain itu, keberadaan daerah tekanan rendah di perairan timur Australia dan bibit Siklon Tropis 96S di selatan Nusa Tenggara Barat turut memicu pertumbuhan awan hujan. Kondisi geografis Jakarta, dengan tanah yang cenderung jenuh setelah diguyur hujan sejak November dan Desember, semakin mengurangi kapasitas serapan air, memperburuk potensi genangan dan banjir.

Menanggapi potensi peningkatan curah hujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, telah memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dari 16 hingga 22 Januari 2026. Upaya ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan di wilayah-wilayah rawan, mengingat puncak intensitas hujan diperkirakan terjadi pada 18-20 Januari. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan banjir di Ibu Kota memerlukan pendekatan yang komprehensif dan berkelanjutan, bukan sporadis. Pemerintah Provinsi DKI juga telah menyiagakan sekitar 1.200 unit pompa air, terdiri dari 600 pompa portable dan 600 pompa stasioner, untuk respons cepat terhadap genangan. "Jakarta dalam menghadapi ini sudah siap," ujar Pramono Anung. Selain itu, rencana normalisasi dan pembersihan beberapa sungai, seperti Kali Krukut, akan segera dilakukan sebagai langkah antisipasi jangka pendek. Dalam jangka menengah dan panjang, pemerintah juga tengah menyiapkan revisi Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Jabodetabek–Punjur, yang menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi mitigasi banjir dan longsor. Namun, pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai kebijakan mitigasi banjir Pemprov Jakarta belum efektif, mengingat jumlah titik banjir yang bertambah akibat buruknya sistem drainase. Pengamat tata kota Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, menambahkan bahwa akar persoalan banjir Jakarta terletak pada rencana induk lama dan menggarisbawahi pentingnya mitigasi nonstruktural, khususnya kesiapsiagaan warga, sebagai kunci.