:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462912/original/082245600_1767593348-IMG_5300.jpeg)
Halte TransJakarta Perpustakaan Nasional di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, yang baru saja direvitalisasi dengan fasilitas pendingin udara (AC) dan desain modern, kini menghadapi kendala operasional. Pintu geser otomatis sebagai akses utama menuju ruang tunggu ber-AC terpantau tidak berfungsi selama masa uji coba, memaksa penumpang untuk menunggu di area luar halte yang terpapar cuaca langsung. Kondisi ini menjadi sorotan di tengah ambisi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.
Perpustakaan Nasional yang berlokasi strategis ini kini tampil dengan bangunan tertutup penuh berbahan kaca dan area tunggu yang didesain estetik, bagian dari upaya TransJakarta menawarkan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengguna. Namun, berdasarkan pantauan pada Senin (5/1/2026), banyak penumpang terlihat kebingungan mencari akses masuk atau keluar, yang seharusnya diatur oleh pintu geser otomatis. Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, mengakui bahwa halte tersebut masih dalam tahap uji coba dan revitalisasi bertahap oleh PT TransJakarta. Chico menjelaskan bahwa uji coba halte ber-AC ini merupakan bagian dari peningkatan layanan transportasi publik, yang bertujuan membuat halte lebih nyaman, manusiawi, dan tahan terhadap cuaca.
Proyek revitalisasi Halte Perpusnas adalah bagian dari program besar PT TransJakarta yang mengalokasikan anggaran sekitar Rp 600 miliar untuk merenovasi 45 hingga 46 halte Bus Rapid Transit (BRT). Program ini dimulai sejak pertengahan 2022 dengan target penyelesaian 45 halte pada pertengahan 2024. Hingga November 2023, 34 halte telah rampung, dengan dua halte tambahan di Koridor 14 segera beroperasi, sementara sembilan halte lainnya masih dalam tahap pembangunan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga merevitalisasi 10 halte lainnya pada tahun 2024, termasuk Halte Taman Ismail Marzuki. Pada tahun 2025, TransJakarta juga menargetkan revitalisasi 12 halte.
Gangguan pada pintu geser di Halte Perpusnas menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas masa uji coba dan koordinasi antara pengembangan infrastruktur dan kesiapan operasional. TransJakarta memiliki standar pelayanan minimal (SPM) yang mencakup keamanan dan kenyamanan penumpang, termasuk fasilitas pengatur suhu ruangan. Pintu geser otomatis, yang seharusnya mendukung kenyamanan dengan menjaga suhu di dalam halte, justru menjadi penghalang saat tidak berfungsi. Insiden ini, meskipun dijelaskan sebagai bagian dari uji coba, berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap implementasi fasilitas baru dan dapat mempengaruhi persepsi kenyamanan dan keamanan yang diupayakan. TransJakarta juga berencana memodernisasi armadanya dengan target 100 persen bus listrik beroperasi pada tahun 2030, dan meningkatkan frekuensi kegiatan kebersihan di halte-halte. Halte Perpusnas melayani rute-rute penting yang menghubungkan kawasan sibuk seperti Blok M, Tanah Abang, Gondangdia, hingga Senen, menjadikannya titik vital dalam jaringan transportasi kota. Konsistensi dalam memastikan semua fasilitas berfungsi optimal sejak awal pengoperasian menjadi krusial untuk memenuhi harapan penumpang dan mencapai target layanan transportasi publik yang prima di Jakarta.