:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461785/original/078317700_1767441694-Pimpinan_Pondok_Modern_Darussalam_Gontor_Amal_Fathullah_Zarkasyi.jpeg)
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., wafat pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 12.14 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah. Kepergian salah satu dari tiga pimpinan pilar Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) ini menyelimuti duka mendalam bagi keluarga besar Gontor, para santri, alumni, serta masyarakat luas yang mengenal kiprah dan dedikasinya dalam dunia pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia.
Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi lahir di Ponorogo pada 4 November 1949, merupakan putra keempat dari K.H. Imam Zarkasyi, salah seorang dari Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor. Beliau dikenal sebagai seorang akademisi, ulama, dan cendekiawan Muslim terkemuka yang memiliki spesialisasi dalam bidang 'aqidah dan filsafat Islam, khususnya Ilmu Kalam, perbandingan agama, dan teologi Islam.
Perjalanan pendidikan beliau dimulai dari Kuliyatul Mu'allimin al-Islamiyyah (KMI) Pondok Modern Gontor pada tahun 1969, kemudian meraih gelar Sarjana Muda di Institut Pendidikan Darussalam (IPD) PMDG pada 1973. Beliau melanjutkan studi di Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Ampel Surabaya, meraih gelar Sarjana Perbandingan Agama pada 1978, serta gelar Magister Filsafat Islam dari Fakultas Darul Ulum Cairo University Mesir pada 1987. Pendidikan doktornya dalam bidang Aqidah dan Pemikiran Islam diselesaikan di Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya Kuala Lumpur Malaysia pada 2006. Pada tahun 2014, beliau dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Aqidah di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Dalam pengabdiannya di Gontor, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi memegang peran krusial dalam pengembangan institusi. Beliau menjabat sebagai Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dari 2014 hingga 2020. Peran pentingnya terlihat dalam proses transformasi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) menjadi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, yang menandai babak baru pengembangan pendidikan tinggi pesantren di Indonesia. Sejak 2020 hingga wafatnya, beliau dipercaya menjadi Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, melanjutkan estafet kepemimpinan kolektif di pondok tersebut.
Sebagai pimpinan Gontor, Prof. Amal Fathullah Zarkasyi turut memperkuat sistem pendidikan Gontor yang menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan, dan wawasan global. Beliau juga aktif mengenalkan pola pendidikan mu'allimin, yaitu integrasi kurikulum agama dan non-agama untuk pesantren yang telah melalui proses penyetaraan (mu'adalah) di Indonesia, dan menjadi Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Mu'adalah. Hal ini menunjukkan komitmen Gontor terhadap sistem kaderisasi yang tidak hanya berdasar pada keturunan, tetapi juga kompetensi keilmuan.
Sistem kepemimpinan di Pondok Modern Darussalam Gontor dikenal dengan model kolektif, demokratis, dan transformasional, dipimpin oleh tiga kiai yang bersinergi. Setelah wafatnya Trimurti pendiri, kepemimpinan Gontor dilanjutkan oleh generasi kedua yang tetap mempertahankan nilai-nilai inti pondok. Kehilangan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi menjadi tantangan bagi Gontor dalam melanjutkan misi pendidikan Islam modern yang telah dirintis sejak 1926. Namun, dengan sistem kepemimpinan yang terstruktur dan komitmen terhadap kaderisasi, Gontor diperkirakan akan tetap eksis dan terus berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia. Rangkaian salat jenazah dan pemakaman akan dilaksanakan di beberapa lokasi, termasuk di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1 Mantingan dan Universitas Darussalam Gontor Kampus Siman, sebelum dimakamkan di kompleks keluarga Gontor.