:strip_icc()/kly-media-production/medias/5479383/original/084866000_1768976901-Kepala_Disdik_Jawa_Barat_Purwanto.jpg)
Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi memulai pembangunan fisik Sekolah Maung (Manusia Unggul) pertama di Purwakarta, Jawa Barat, dengan target penerimaan siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Proyek ambisius ini dirancang sebagai lembaga pendidikan menengah kejuruan yang berfokus pada enam jurusan strategis: teknologi informasi, otomotif, pertanian, olahraga, elektro, dan kelautan, bertujuan untuk mengatasi kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menjelaskan bahwa proses awal pembangunan telah dimulai dengan rampungnya pengalihan aset lahan seluas sembilan hektare dari Pemerintah Kabupaten Purwakarta ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Lahan yang berlokasi di Tajug Gede Cilodong, Kecamatan Bungursari, Kabupaten Purwakarta, dipilih karena fasilitas pendukung yang sudah memadai, termasuk lapangan, masjid, diorama, dan greenhouse untuk praktik pertanian.
Inisiatif Sekolah Maung ini merupakan respons terhadap tantangan penyediaan sumber daya manusia yang relevan dengan perkembangan industri dan pasar kerja. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, sebelumnya menyatakan bahwa model pendidikan yang tidak selaras dengan kebutuhan lapangan kerja menjadi salah satu faktor tingginya angka pengangguran terdidik. Dengan kurikulum yang disesuaikan kebutuhan industri, Sekolah Maung diharapkan dapat mencetak lulusan dengan kompetensi terukur yang siap kerja sejak lulus, bukan hanya berbekal ijazah. Program ini juga diharapkan menjadi langkah strategis pemerintah provinsi dalam mencetak generasi Manusia Unggul yang siap menghadapi tantangan global dan mendukung pembangunan daerah di masa depan.
Gubernur Dedi Mulyadi mengemukakan bahwa keenam jurusan yang disiapkan telah dipilih berdasarkan relevansi dengan karakteristik dan potensi Jawa Barat. Misalnya, jurusan olahraga diharapkan dapat mencetak atlet-atlet berprestasi, terutama di bidang sepak bola, mengingat sejarah Purwakarta yang pernah melahirkan talenta sepak bola nasional. Untuk jurusan ini, proses seleksi siswa akan dilakukan secara ketat dari berbagai daerah di Jawa Barat untuk memastikan hanya siswa berprestasi yang mendapatkan kesempatan pendidikan khusus ini. Konsep pendidikan di Sekolah Maung juga menempatkan pembentukan karakter, kemandirian, dan kemampuan adaptasi yang kuat sebagai pilar utama.
Meskipun Purwakarta menjadi lokasi proyek percontohan, Dinas Pendidikan Jawa Barat tidak menutup kemungkinan pengembangan Sekolah Maung di wilayah lain di Jawa Barat. Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, mengapresiasi langkah persiapan pembangunan sekolah ini, melihatnya sebagai salah satu jalan menuju "Jabar Istimewa" dengan banyaknya sekolah unggulan, meskipun ia sempat menyatakan belum mengetahui secara detail rencana pembangunannya pada awal Januari 2026. Pembiayaan pembangunan Sekolah Maung ini diharapkan juga dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat. Implementasi program ini akan terus dikaji secara mendalam oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya terkait aspek mikro, kurikulum, dan sarana pendukung.