:strip_icc()/kly-media-production/medias/5461294/original/063942600_1767360684-WhatsApp_Image_2026-01-02_at_08.23.23.jpeg)
Ribuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, mencatat lonjakan signifikan dalam pendapatan mereka menyusul penyelenggaraan Batulicin Festival (Batfest) 2025 yang berlangsung meriah dari 27 hingga 31 Desember 2025 di kawasan Jhonlin Pantai Festival, Batulicin. Festival tahunan ini, yang menarik lebih dari 100.000 pengunjung pada puncaknya, tidak hanya berfungsi sebagai magnet hiburan regional tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal yang vital, memberikan berkah finansial bagi ratusan pelaku usaha kecil.
Batfest, yang diselenggarakan oleh Jhonlin Group dengan dukungan penuh pemerintah daerah, telah menjelma menjadi platform strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan omzet. Sebanyak lebih dari 350 UMKM dan 380 pedagang kaki lima (PKL) dilaporkan mendapat fasilitas lapak gratis selama acara berlangsung. Keterlibatan ini secara langsung mentransformasi area festival menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat yang dinamis. Seorang pedagang kaki lima bahkan melaporkan peningkatan pendapatan dari sekitar Rp300.000 pada hari biasa menjadi antara Rp800.000 hingga Rp1.000.000 per hari selama festival.
Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, secara konsisten menekankan bahwa Batfest bukan sekadar ajang hiburan, melainkan momentum emas yang membuka ruang usaha dan memperkuat ekonomi kerakyatan, serta memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi daerah ke tingkat regional dan nasional. Senada dengan itu, Ketua Dekranasda Kabupaten Tanah Bumbu, Andi Irmayani Rudi Latif, menggarisbawahi pentingnya festival ini sebagai cerminan akulturasi budaya yang mampu memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, dengan membludaknya pengunjung, pelaku usaha tidak hanya meningkatkan omzet tetapi juga memperkuat jejaring ekonomi agar lebih berdaya saing.
Batfest sendiri telah diselenggarakan secara rutin sejak 2019, dengan konsep yang semakin mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat, seperti yang terlihat pada Batfest 2024. Antusiasme pengunjung yang mencapai puluhan ribu orang per hari, bahkan hingga 100.000 pada malam puncak, menunjukkan daya tarik festival ini yang melampaui batas geografis Tanah Bumbu, menarik pengunjung dari kabupaten tetangga hingga provinsi lain. Di samping pameran UMKM, festival ini juga diramaikan dengan berbagai kegiatan lain, termasuk bazar sembako murah yang digelar oleh Jhonlin Agro Raya, menawarkan paket sembako dengan harga sangat terjangkau, seperti dua liter minyak goreng dan satu kilogram gula pasir seharga Rp50.000.
Keberhasilan Batfest 2025 ini memperkuat optimisme Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian (Diskumdagri) Tanah Bumbu terkait pertumbuhan UMKM di wilayah tersebut. Kepala Diskumdagri Tanah Bumbu, Hamaluddin Tahir, mengungkapkan bahwa jumlah UMKM binaan terus meningkat, dari 395 pelaku usaha pada 2023 menjadi 409 pada 2024, dan lebih dari 190 pelaku usaha aktif tercatat hingga Mei 2025. Pihaknya juga terus memberikan pendampingan dan pelatihan, termasuk fasilitas rumah kemasan, untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Melihat dampak positif ini, Bupati Andi Rudi Latif berharap Batfest dapat terus terlaksana secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan unggulan bagi Tanah Bumbu, mendorong penguatan ekonomi lokal. CEO Jhonlin Group, Feriyandi, juga menegaskan ambisinya untuk menjadikan Batfest sebagai agenda wisata tahunan yang konsisten mempromosikan Tanah Bumbu. Dalam konteks yang lebih luas, Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan juga mendorong Bank Kalsel untuk lebih aktif mendukung pergerakan ekonomi UMKM di daerah pada tahun 2026, guna memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Banua. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa Batfest lebih dari sekadar perayaan; ia adalah sebuah investasi berkelanjutan dalam pembangunan ekonomi daerah yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta.