:strip_icc()/kly-media-production/medias/5435299/original/028719600_1765017420-1001347940.png)
Puluhan rumah adat di Kampung Waruwora, Desa Patiala Bawa, Kecamatan Lamboya, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), hangus terbakar pada Jumat, 5 Desember 2025, sekitar pukul 16.00 WITA. Insiden ini menyebabkan 41 Kepala Keluarga atau sebanyak 139 jiwa kehilangan tempat tinggal. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, namun kerugian material diperkirakan sangat besar.
Kebakaran hebat ini melahap 28 unit rumah adat, dengan 26 di antaranya hangus terbakar seluruhnya, sementara dua unit lainnya hanya terbakar sebagian berkat upaya penyelamatan warga. Delapan rumah adat lainnya berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah. Kampung Waruwora sendiri merupakan situs budaya penting yang menyimpan nilai sejarah dan tradisi masyarakat Lamboya, dengan rumah adatnya yang dikenal sebagai Uma Bokulu atau Uma Mbatangu, berkarakteristik rumah panggung dengan atap tinggi menjulang terbuat dari alang-alang.
Api pertama kali dilaporkan muncul dari bagian atap belakang rumah milik Marsel Yeru. Material bangunan rumah adat yang sebagian besar terbuat dari alang-alang, kayu, dan bambu, ditambah tiupan angin kencang, mempercepat penyebaran api sehingga sulit dikendalikan. Warga setempat berupaya memadamkan api secara manual menggunakan ember dan ranting pohon, namun upaya tersebut tidak mampu menghentikan laju api sebelum tiga unit mobil tangki air tiba di lokasi. Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.45 WITA.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumba Barat, aparat desa, pemerintah kecamatan Lamboya, dan kepolisian segera turun tangan membantu proses pemadaman dan penanganan pascabencana. Kepala Pelaksana BPBD Sumba Barat, Antonius S. Kabba, membenarkan bahwa satu rumah adat bahkan sengaja dibongkar untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Menyikapi musibah ini, Pemerintah Kabupaten Sumba Barat bergerak cepat dengan meninjau langsung lokasi kejadian pada Sabtu, 6 Desember 2025. Bupati Sumba Barat, Yohanes Dade, S.H., bersama rombongan, termasuk Wakil Bupati Timotius Tede Raga dan Kapolres Sumba Barat AKBP Yohanis Nisa Pewali, menyerahkan bantuan darurat berupa sembako dan perlengkapan rumah tangga kepada 42 Kepala Keluarga yang terdampak. Bupati menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan maksimal, termasuk penyediaan hunian sementara dan air bersih, serta merancang langkah pemulihan untuk kampung budaya tersebut. Warga korban kebakaran saat ini ditampung oleh keluarga sekitar atau mendirikan tenda-tenda darurat di dalam kampung. Penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak kepolisian.