Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Transjakarta Pastikan Kelancaran Malam Tahun Baru 2026 dengan 2.026 Armada Khusus dan Layanan 24 Jam Penuh

2025-12-31 | 04:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-30T21:44:36Z
Ruang Iklan

Transjakarta Pastikan Kelancaran Malam Tahun Baru 2026 dengan 2.026 Armada Khusus dan Layanan 24 Jam Penuh

Transjakarta akan mengerahkan 2.026 unit armada khusus dan memperpanjang layanan operasional hingga 24 jam untuk menyambut malam pergantian Tahun Baru 2026 di Jakarta. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memfasilitasi mobilitas warga yang merayakan pergantian tahun dan mendorong penggunaan transportasi publik di tengah penutupan sejumlah ruas jalan protokol.

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyatakan bahwa penyesuaian layanan ini menjadi dukungan penuh terhadap kegiatan Car Free Night (CFN) yang akan digelar di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin pada 31 Desember 2025 hingga dini hari 1 Januari 2026. Sebanyak 48 layanan Transjakarta, termasuk 13 rute BRT, 29 Angkutan Umum Terintegrasi, 4 layanan Transjabodetabek, dan 2 layanan Mikrotrans, akan terdampak oleh penutupan jalan tersebut. Meskipun demikian, 14 koridor utama Transjakarta akan tetap beroperasi normal selama 24 jam, bersama dengan empat layanan Mikrotrans utama (JAK 36, JAK 47, JAK 52, dan JAK 75) yang juga melayani pelanggan sepanjang hari. Selain itu, sejumlah rute strategis akan diperpanjang jam operasionalnya hingga pukul 02.00 WIB untuk mengakomodasi penumpang di pusat-pusat perayaan.

Penggratisan layanan transportasi publik yang dikelola Pemprov DKI Jakarta, termasuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta, juga akan diberlakukan pada 31 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026 pukul 02.00 WIB. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan kebijakan ini bertujuan agar seluruh masyarakat dapat menikmati malam tahun baru dengan aman, nyaman, dan bahagia, serta memanfaatkan konektivitas transportasi publik yang sudah terhubung antarmoda. Pramono mengakui potensi kepadatan penumpang di sejumlah stasiun dan halte, namun meyakini hal tersebut dapat diantisipasi oleh operator dan jajaran terkait.

Dalam konteks manajemen lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta akan melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup 33 ruas jalan di kawasan Sudirman-Thamrin dan sekitarnya mulai pukul 18.00 WIB pada 31 Desember hingga 01.00 WIB pada 1 Januari, bersifat situasional. Sebanyak 36 titik kantong parkir juga disiapkan di lokasi strategis, termasuk area gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan, dengan kapasitas 21.132 satuan ruang parkir (SRP) sepeda motor, 22.306 SRP mobil, dan 182 SRP bus.

Transjakarta telah menunjukkan peningkatan kapasitas armada secara bertahap dalam beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2019, jumlah armada bus Transjakarta bertambah menjadi 3.453 unit. Sepanjang tahun 2024, jumlah armada meningkat 2% menjadi 4.388 unit, dengan 300 unit di antaranya adalah bus listrik. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, pada Juli 2024, menargetkan penambahan 500 unit armada, termasuk 200 bus listrik, 100 bus medium, dan 200 mikrotrans pada tahun tersebut. Dengan jumlah armada operasional sebanyak 2.026 unit untuk malam tahun baru 2026, Transjakarta mendemonstrasikan kemampuan pengerahan skala besar untuk acara khusus.

Pengerahan armada besar dan layanan 24 jam menunjukkan komitmen Jakarta terhadap transportasi publik sebagai tulang punggung mobilitas kota. Pada tahun 2024, Transjakarta melayani 371,4 juta pelanggan, dengan rata-rata lebih dari 1 juta pelanggan per hari, mencatat peningkatan hampir dua kali lipat dalam dua tahun terakhir dan melayani 91,7% populasi. Pada September 2025, jumlah penumpang Transjakarta mencapai 36,44 juta orang, meningkat 12,48% secara tahunan. Upaya Transjakarta dalam meningkatkan kualitas layanan dan ekspansi rute menjadi krusial dalam mendukung Jakarta sebagai Kota Global yang kompetitif dan berkelanjutan. Langkah ini juga menyoroti pentingnya perencanaan transportasi yang matang untuk mengelola lonjakan permintaan pada event-event besar, sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang seringkali memperparah kemacetan.