:strip_icc()/kly-media-production/medias/5437965/original/041353800_1765268704-IMG_8435.jpeg)
Warga Jalan Otto Iskandardinata (Otista), Kecamatan Regol, Kota Bandung, digegerkan dengan penemuan sesosok pria tergeletak tak bernyawa bersimbah darah di trotoar pada Selasa pagi, 9 Desember 2025. Korban yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan sekitar pukul 05.30 WIB oleh seorang saksi.
Menurut Kapolsek Regol, Kompol Heri Suryadi, laporan mengenai penemuan mayat ini diterima sekitar pukul 06.00 WIB. Tim kepolisian dari Polsek Regol bersama Inafis Polrestabes Bandung segera mendatangi lokasi kejadian, tepatnya di depan ruko kosong nomor 495 Jalan Otista, Kelurahan Ancol. Petugas menemukan banyak bercak darah di sekitar tubuh korban, mengindikasikan adanya dugaan tindak kekerasan.
Hasil pemeriksaan awal tim Inafis menunjukkan bahwa korban berjenis kelamin laki-laki dengan tinggi badan kurang lebih 160 cm. Pria tersebut ditemukan dengan sejumlah luka serius. Luka-luka tersebut meliputi luka terbuka pada paha belakang atau paha dan kaki, luka di dahi kiri atau kening, robekan di bibir atas, serta dua giginya yang lepas. Selain itu, luka juga ditemukan di bagian perut. Luka-luka ini diduga kuat akibat hantaman benda tajam dan tumpul.
Identitas korban hingga saat ini masih menjadi misteri. Dokumen identitas yang ditemukan di saku pakaian korban berada dalam kondisi rusak sehingga sulit dipastikan. Saksi pertama yang menemukan korban adalah Eka Rukmana, seorang sopir angkot, yang melihat pria tersebut tergeletak saat sedang "ngetem" di perempatan Ciateul-Otista sekitar pukul 05.30 WIB. Eka Rukmana kemudian melaporkan kejadian ini ke Polsek Regol. Pedagang setempat, Tedi (43), mengaku tidak mengetahui persis kejadiannya namun mendengar kabar pembunuhan tersebut sekitar pukul 06.30 WIB.
Penemuan mayat ini sempat menggegerkan warga sekitar dan pengguna jalan, menyebabkan kerumunan dan sedikit perlambatan arus lalu lintas di Jalan Otista. Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih Bandung untuk dilakukan visum dan autopsi. Kapolsek Regol, Kompol Heri Suryadi, menyatakan bahwa kepastian penyebab kematian akan menunggu hasil autopsi dari rumah sakit. Kasus ini kini dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Regol, dan pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta memburu pelaku, termasuk dengan mencari rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.