Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tragedi Bencana Sumatera: Angka Kematian Tembus Seribu, Ratusan Masih Dalam Pencarian

2025-12-13 | 19:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-13T12:24:29Z
Ruang Iklan

Tragedi Bencana Sumatera: Angka Kematian Tembus Seribu, Ratusan Masih Dalam Pencarian

Jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera telah mencapai 1.006 jiwa hingga Sabtu, 13 Desember 2025. Selain itu, 217 orang masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim gabungan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data terbaru ini, yang menunjukkan peningkatan dari 995 korban jiwa pada hari sebelumnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa penambahan korban meninggal terjadi di tiga provinsi terdampak utama. Di Aceh, jumlah korban meningkat dari 411 menjadi 415 jiwa. Sumatera Utara mencatat peningkatan dari 343 menjadi 349 jiwa, sementara Sumatera Barat bertambah dari 241 menjadi 242 jiwa. Proses identifikasi korban di lapangan menghadapi tantangan, termasuk penemuan jasad dari area pemakaman yang ikut tersapu banjir, yang memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk membedakannya dari korban bencana baru.

Sementara itu, jumlah korban hilang juga mengalami pemutakhiran, berkurang dari 226 nama yang tercatat sebelumnya menjadi 217 orang yang masih dalam pencarian. Bencana hidrometeorologi ini juga menyebabkan 5.400 orang terluka.

Dampak kerusakan infrastruktur sangat masif. Tercatat 158.000 rumah rusak di 52 kabupaten/kota terdampak. Selain itu, 1.200 fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung kantor, dan 145 jembatan juga mengalami kerusakan parah. Kerusakan jalan nasional dan jembatan membuat penyaluran bantuan logistik masih sangat bergantung pada jalur udara, meskipun diharapkan jalur darat dapat dioptimalkan kembali dalam waktu dekat.

Jumlah pengungsi juga dilaporkan mengalami penurunan signifikan, dari sekitar 884.889 jiwa pada hari sebelumnya menjadi 654.642 jiwa per hari ini. Pengurangan ini terjadi setelah dilakukan verifikasi data berbasis Kartu Tanda Penduduk (Dukcapil).

Presiden Prabowo Subianto telah bergerak cepat menuju wilayah terdampak bencana di Sumatera. Setelah menyelesaikan kunjungan kenegaraan ke Pakistan dan Federasi Rusia pada Jumat malam, 12 Desember 2025, Presiden Prabowo tiba di Bandar Udara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara. Pada Sabtu pagi, Presiden Prabowo meninjau kembali sejumlah titik terdampak bencana, termasuk posko pengungsian, distribusi logistik, layanan kesehatan, serta kesiapan unsur TNI, Polri, BNPB, dan pemerintah daerah. Presiden menekankan komitmen pemerintah untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terpadu, serta menegaskan bahwa korban tidak akan ditinggalkan sendirian.

Meskipun skala tragedi ini telah menyebabkan kerugian ekonomi yang diproyeksikan mencapai Rp 6,28 triliun dan dampaknya sangat luas, status resmi penanganan bencana masih berada di tingkat daerah, belum ditetapkan sebagai bencana nasional. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kontradiksi antara skala duka yang berskala nasional dan pengakuan negara yang bersifat parsial.