Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

TMII Jadi Solusi Libur Nataru: Siap Manjakanmu dengan Pesta Hiburan Spektakuler

2025-12-22 | 22:22 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-22T15:22:13Z
Ruang Iklan

TMII Jadi Solusi Libur Nataru: Siap Manjakanmu dengan Pesta Hiburan Spektakuler

Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mengumumkan serangkaian program multisensori bertajuk "Hadiah dari Jelajah Budaya adalah Kisah Penuh Makna" untuk menyambut libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Rangkaian acara ini dirancang untuk menarik beragam segmen pengunjung, dari keluarga hingga generasi muda, dengan fokus pada perpaduan budaya tradisional dan hiburan modern setelah revitalisasi besar-besaran kompleks wisata tersebut.

InJourney Destination Management (IDM), sebagai entitas pengelola TMII, bertujuan menghadirkan pengalaman liburan yang tidak hanya rekreatif tetapi juga edukatif dan mendekatkan pengunjung dengan kekayaan budaya Nusantara. Program utama yang disiapkan adalah Sorak Sorai Festival 2.0, sebuah festival musik yang akan dimeriahkan oleh sejumlah musisi nasional papan atas seperti Slank, Barasuara, NDX, Vieratalle, dan Soulfu. Festival ini akan dipadukan dengan pertunjukan kembang api megah pada momen-momen puncak, menciptakan suasana perayaan akhir tahun yang meriah.

Selain konser musik, TMII juga akan menghadirkan atraksi budaya dan non-budaya multisensori, termasuk instalasi cahaya tematik "Hutan Menyala Dongeng Nusantara" hasil kolaborasi dengan Diamond Aquar dan Sembilan Matahari, Circus Nusantara, Animal Parade dari Jagat Satwa Nusantara, Jazz Senja Nusantara bersama Jazz Gunung Indonesia, serta parade dan pertunjukan budaya daerah. Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal juga akan menyajikan aneka kuliner Nusantara, memperkenalkan kekayaan rasa daerah kepada pengunjung.

Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyatakan bahwa TMII kini telah berevolusi menjadi destinasi budaya modern yang edukatif, inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa momentum Nataru ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang kebersamaan dan perayaan budaya yang memberdayakan lebih dari 50 UMKM, artisan lokal, dan komunitas budaya agar manfaatnya terasa secara sosial dan ekonomi. Pernyataan ini didukung oleh Direktur Utama InJourney Destination Management (IDM), Febrina Intan, yang menjelaskan bahwa hadiah yang dimaksud bukan dalam bentuk benda, melainkan pengalaman yang penuh makna dan sukacita.

Revitalisasi TMII, yang menelan anggaran lebih dari Rp1 triliun dan diresmikan pada 1 September 2023, telah mengubah wajah kawasan ini menjadi lebih hijau dengan 70 persen ruang terbuka hijau dan 30 persen bangunan, serta menerapkan konsep ramah lingkungan dengan pelarangan kendaraan bermotor di dalam area, digantikan oleh kendaraan listrik. Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kebersihan, dan daya tarik TMII, sekaligus menghidupkan kembali tradisi lokal dan mendorong partisipasi komunitas. Upaya ini selaras dengan tujuan revitalisasi untuk menyambut KTT G20 dan KTT ASEAN ke-43.

Pada periode Nataru sebelumnya (2024/2025), TMII mencatat jumlah pengunjung mencapai 300.000 orang antara 19 Desember 2024 hingga 2 Januari 2025, melampaui target manajemen sebesar 250.000 pengunjung. Bahkan, pada 1 Januari 2025, jumlah pengunjung mencapai rekor tertinggi dengan lebih dari 48.000 wisatawan dalam sehari. Atraksi seperti pertunjukan air mancur Tirta Cerita menjadi daya tarik utama, berhasil memikat lebih dari 155.000 orang. Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung tahun ini, TMII telah menyiapkan pengelolaan keramaian terintegrasi, peningkatan fasilitas, layanan digital, serta protokol keamanan yang lebih responsif, termasuk penambahan armada bus dan shuttle bus yang terhubung dengan stasiun LRT TMII.

Kementerian Perhubungan dan Kementerian Dalam Negeri sendiri telah berkoordinasi sejak November 2025 untuk mempersiapkan angkutan Nataru 2025/2026, fokus pada keselamatan, kelancaran mobilitas, dan mitigasi kemacetan di titik-titik rawan. Dengan demikian, TMII berupaya menjadi salah satu destinasi utama yang menawarkan pengalaman liburan akhir tahun yang hangat, inklusif, dan berkesan, sekaligus memperkuat posisinya sebagai etalase budaya Indonesia.